x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Electrifying Agriculture PLN Bantu Jaga Produktivitas Petani di Musim Kemarau

Avatar Redaksi

Peristiwa

Bekasi, 19 September 2026* – Senyum haru terpancar dari wajah Masum, petani sekaligus _local hero_ yang tergabung dalam Kelompok Tani Berkah Sakabeh di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di lahan yang berada di sekitar jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV) Cibatu–Deltamas itu, Masum dan petani lainnya tetap bisa bercocok tanam meski memasuki puncak musim kemarau. Dukungan sistem pengairan berbasis listrik membuat lahan tetap terairi, sehingga produktivitas pertanian dan penghasilan keluarga dapat terus terjaga.

Sebelumnya, Masum dan para petani mengandalkan pompa berbahan bakar minyak (BBM) untuk mengairi lahan. Ketergantungan pada BBM membuat biaya operasional menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi mereka.

Perubahan mulai dirasakan para petani setelah PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) menghadirkan program _Electrifying Agriculture_ (EA). Melalui program ini, PLN menyediakan sambungan listrik baru berkapasitas 10.600 volt ampere (VA) yang terintegrasi dengan pompa air irigasi dan instalasi kelistrikan. Hadirnya listrik membuat proses pengairan di lahan sekitar 40 hektare tersebut menjadi lebih praktis dan mendukung petani meningkatkan intensitas tanam dari dua menjadi tiga kali dalam setahun.

"Dulu kami harus membeli BBM untuk menjalankan pompa air dan tetap bergantung pada musim. Sekarang air tersedia kapan saja karena menggunakan listrik. Biaya operasional jauh lebih hemat, pekerjaan lebih cepat, dan kami bisa menanam tiga kali dalam setahun. Pendapatan petani juga meningkat sekitar Rp12 juta setiap tahun. Perubahan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha tani," tutur Masum penuh semangat.

Tak hanya itu, dukungan PLN juga diperluas untuk membantu petani dari hulu hingga hilir. Dukungan tersebut mencakup penyediaan dua unit traktor listrik, mesin perontok padi, mesin pemotong rumput listrik, hingga saung petani yang dilengkapi panel listrik. Petani juga mendapat dukungan berupa bibit padi dan cabai serta pelatihan pengolahan hasil panen dan pemasaran produk.

Rangkaian sarana tersebut mendukung kegiatan petani dari pengolahan lahan hingga pascapanen. Di Kelompok Tani Berkah Sakabeh, pemakaian listrik tercatat mencapai 11.994 kilowatt hour (kWh) dalam setahun dan turut mengurangi penggunaan BBM sekitar 2.560 liter per tahun.

Secara terpisah, Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan, pemanfaatan listrik di sektor pertanian menunjukkan bahwa energi dapat memberikan nilai tambah bagi aktivitas produktif masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“_Electrifying Agriculture_ merupakan salah satu upaya PLN untuk memperluas manfaat listrik bagi sektor produktif seperti pertanian dan juga mendukung program ketahanan pangan dari Pemerintah. Ketika akses energi mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperkuat pendapatan petani, maka listrik menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap model ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah yang memiliki potensi pengembangan pertanian,” ujar Rozy.

Lebih lanjut, Rozy menyampaikan bahwa pemanfaatan listrik untuk sektor produktif tersebut juga tercermin dari pertumbuhan pelanggan _Electrifying Agriculture_ dan _Electrifying Marine_ (EA-EM) secara nasional. Hingga Agustus 2026, realisasi pelanggan EA-EM PLN mencapai 450.654 pelanggan, dengan total daya terpasang sebesar 5.646 megavolt ampere (MVA) dan pemakaian listrik tercatat mencapai 4.970,98 gigawatt hour (GWh).

Sementara itu, General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, menegaskan komitmen PLN untuk memastikan manfaat program dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

“Bagi kami, keberhasilan program ini bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi bagaimana manfaatnya dapat terus tumbuh dan dirasakan oleh para petani ke depan. Karena itu, kami ingin memastikan dukungan yang diberikan mampu mendorong kemandirian, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha pertaniannya,” pungkas Amiruddin. (@dex)

Artikel Terbaru
Senin, 21 Sep 2026 12:10 WIB | Peristiwa

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN dan Pelindo Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port, Resmikan Onshore Power

Jakarta, 17 September 2026* - PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit _Onshore Power Supply_ (OPS) dengan total kapasitas ...
Senin, 21 Sep 2026 06:37 WIB | Polri

Polsek Dukun Cek Tanaman Kencur di Desa Mentaras, Dukung Program Ketahanan Pangan

Gresik – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, Polsek Dukun Polres Gresik melaksanakan pengecekan tanaman k ...
Minggu, 20 Sep 2026 12:14 WIB | Info Publik

Tiga Pemuda Diduga Dikeroyok Gengster di Krian, Warga Minta Patroli Diperketat

SIDOARJO | ALDERA NEWS – Aksi kekerasan jalanan yang diduga dilakukan sekelompok orang kembali meresahkan warga. Tiga pemuda menjadi korban pengeroyokan saat h ...
Minggu, 20 Sep 2026 11:58 WIB | Info Publik

Pedagang Tanjungsari Berteriak: Jangan Cekik Rakyat Kecil dengan Tangan Besi

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kedatangan petugas gabungan di kawasan Pasar Buah Tanjungsari pada Sabtu, 19 September 2026, menuai tanda tanya dari kalangan p ...
Minggu, 20 Sep 2026 08:54 WIB | Polri

Polsek Ujungpangkah Cek Tanaman Tomat di Desa Banyuurip, Dukung Ketahanan Pangan

Gresik – Sabtu, 20 September 2026 – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, Polsek Ujungpangkah Polres Gre ...
Sabtu, 19 Sep 2026 18:42 WIB | Info Publik

Ketegasan di Medan Tugas, Semangat AKP Adik Agus Putrawan Menjaga Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

SURABAYA | ALDERA NEWS – Sabtu, 19 September 2026 – Menjalankan amanah sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba bukanlah tugas ringan. Berbagai tantangan di lap ...