SURABAYA | ALDERA NEWS – Aksi komplotan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) bermodus ganjal Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berhasil dibongkar jajaran Polda Jawa Timur bersama Resmob Bareskrim Polri.
Tim gabungan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Resmob Bareskrim Polri berhasil mengamankan lima tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat pencurian dengan modus mengganjal mesin ATM menggunakan potongan tusuk gigi kayu.
Kelima pelaku diketahui merupakan komplotan lintas provinsi yang menyasar sejumlah ATM, khususnya yang berada di area minimarket dan rest area jalan tol. Wilayah aksinya disebut membentang dari Banyuwangi hingga Merak, termasuk sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Kelima tersangka masing-masing berinisial DD (42), MW (45), AS (42), ADS (35), dan YA (45). Polisi menyebut seluruh tersangka merupakan residivis dalam perkara serupa.
Dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut terlebih dahulu mengganjal lubang masuk kartu ATM menggunakan potongan tusuk gigi kayu. Akibatnya, kartu milik calon korban mengalami kendala atau seolah-olah tertahan di dalam mesin.
Ketika korban mulai kebingungan, salah satu pelaku kemudian berpura-pura menawarkan bantuan. Pada saat itulah pelaku memanfaatkan situasi untuk menukar kartu ATM korban dengan kartu lain yang bentuknya serupa.
Sementara itu, pelaku lainnya mengamati dan mengintip nomor PIN yang dimasukkan korban. Setelah kartu ATM dan PIN berhasil dikuasai, komplotan tersebut kemudian bergerak cepat menguras isi rekening korban.
Uang hasil kejahatan ditarik secara tunai maupun dipindahkan melalui transaksi transfer ke rekening penampung.
Dari hasil penyidikan sementara, polisi menemukan sejumlah lokasi yang diduga menjadi sasaran aksi komplotan tersebut, di antaranya Situbondo, Ponorogo, Gresik, Kabupaten Malang hingga Probolinggo.
Kerugian yang dialami korban juga cukup besar. Di Kabupaten Malang, kerugian tercatat sekitar Rp7,85 juta, sementara dalam aksi di Probolinggo, kerugian korban disebut mencapai Rp100 juta.
Kelima tersangka ditangkap secara berurutan di sejumlah lokasi berbeda yang menjadi tempat pelarian mereka, yakni Tangerang, Cikampek, Nagreg, Garut, hingga Ciamis.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan maupun berkaitan dengan aksi kejahatan. Barang bukti itu antara lain potongan tusuk gigi kayu, gergaji kecil, sejumlah kartu ATM dari berbagai bank, buku tabungan, serta satu unit mobil Toyota Avanza yang diduga digunakan sebagai sarana operasional.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan mesin ATM, terutama apabila kartu mengalami kendala atau tidak dapat keluar dari mesin.
“Apabila kartu mengalami kendala atau macet, jangan mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal. Jangan pernah memberitahukan PIN kepada siapa pun dan selalu tutupi keypad ketika memasukkan nomor PIN,” pesan Jules Abraham Abast, Kamis (1/10).
Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak panik ketika kartu ATM mengalami gangguan. Pengguna ATM disarankan segera menghubungi layanan resmi bank melalui nomor yang tertera pada kartu atau kanal resmi perbankan, serta tidak menyerahkan kartu maupun PIN kepada orang lain.
Pengungkapan sindikat ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan perbankan yang memanfaatkan kelengahan pengguna ATM.
ALDERA NEWS – berani tajam terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi