KENDARI | ALDERA NEWS – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus pencurian yang menghebohkan warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang pria berinisial RZ (31) yang sebelumnya dipercaya dan bahkan diberi pekerjaan oleh korban, ternyata diduga menjalankan aksi pencurian atas arahan seorang ketua RT setempat berinisial H.
Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku bukanlah orang asing bagi korban. Justru sebaliknya, korban telah membuka pintu rumah, memberikan pekerjaan, hingga membantu kehidupan pelaku beserta keluarganya.
Korban bernama Lilik mengungkapkan bahwa peristiwa pencurian tersebut bukan terjadi sekali, melainkan sudah berlangsung sebanyak dua kali dalam rentang waktu yang berdekatan.
Peristiwa pertama terjadi saat sejumlah barang berharga miliknya raib. Barang yang hilang saat itu di antaranya perangkat elektronik berupa televisi serta dokumen penting kendaraan.
“Sudah dua kali. Pertama TV dan BPKB mobil yang hilang. Sekitar sepuluh hari kemudian kejadian lagi, mobil saya yang dibawa,” ungkap korban.
Menurut keterangan korban, awal mula pelaku bisa masuk ke lingkungan rumah dan mendapatkan pekerjaan karena dikenalkan langsung oleh Ketua RT berinisial H. Atas dasar kepercayaan terhadap aparat lingkungan tersebut, korban sama sekali tidak menaruh curiga.
Pelaku kemudian dipekerjakan sebagai tukang dan selama bekerja mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari korban.
Namun, dari hasil penyelidikan aparat kepolisian, muncul fakta lain yang membuat korban semakin terpukul. Ketua RT yang sebelumnya memperkenalkan pelaku ternyata diduga ikut terlibat dalam rangkaian aksi pencurian tersebut dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kalau dari keterangan polisi, Pak RT juga terlibat. Mereka diduga bekerja sama mengambil mobil saya,” kata korban.
Tidak hanya memberikan pekerjaan, korban mengaku telah membantu kehidupan pelaku secara langsung. RZ bersama istri dan anaknya bahkan sempat tinggal di rumah korban serta mendapatkan kebutuhan makan sehari-hari.
Karena itu, rasa kecewa yang dirasakan korban berubah menjadi luka emosional ketika mengetahui orang yang selama ini dibantu justru menjadi pihak yang diduga mengkhianati kepercayaan tersebut.
Dengan nada penuh emosi saat dipertemukan dengan pelaku, korban mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya kurang apa? Anak dan istrimu saya bawa tinggal di rumah ini, saya kasih makan dan saya perlakukan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Kendari Kombes Edwin Lousi Sengka membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Polisi menyebut kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp160 juta.
Dalam aksinya, pelaku tidak hanya membawa kabur kendaraan milik korban, tetapi juga sejumlah barang lain yang bernilai ekonomi cukup besar.
“Yang diambil bukan hanya mobil, tetapi juga dokumen kendaraan seperti BPKB, barang elektronik berupa televisi, hingga kursi pijat,” jelasnya.
Saat ini kedua tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya perencanaan serta peran masing-masing pelaku dalam menjalankan aksi pencurian tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan tidak selalu datang dari orang yang tidak dikenal. Kepercayaan yang diberikan tanpa pengawasan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat buruk.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi