Kalah Judi Online, Pria 25 Tahun Diduga Habisi Pelajar SMK demi Motor Korban

Reporter : Redaksi

PASURUAN | ALDERA NEWS – Misteri tewasnya Moch Ilham Azhari, pelajar kelas 1 SMK Negeri Sukorejo, di kawasan kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, akhirnya mulai terungkap.

 

Peristiwa tragis tersebut diduga kuat bukan kecelakaan maupun tindak kriminal acak. Polisi mengungkap adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Wahyudi (25), yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

 

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi. Pelaku disebut membutuhkan uang setelah mengalami kekalahan dalam permainan judi online.

 

Dalam kondisi terdesak, Wahyudi diduga kemudian mengincar sepeda motor Honda Beat milik korban. Motor tersebut selanjutnya digadaikan dengan nilai sekitar Rp2,4 juta. Uang hasil gadai diduga digunakan untuk menebus sepeda motor milik pelaku yang sebelumnya juga telah digadaikan akibat kalah bermain judi online.

 

Rangkaian kejadian bermula ketika Wahyudi meminta Ilham menjemputnya di wilayah Sukorejo. Tanpa mengetahui rencana tersebut, korban kemudian memboncengkan pelaku menggunakan sepeda motornya menuju kawasan Prigen.

 

Keduanya melaju hingga tiba di sekitar Jalan Tegalan Buntu, Dusun Tonggowah, Desa Jatiarjo. Di lokasi tersebut, pelaku diduga meminta korban menghentikan kendaraan.

 

Saat korban hendak memutar balik sepeda motor, Wahyudi diduga mengambil sebatang kayu yang berada di pinggir jalan. Tanpa diduga, kayu tersebut digunakan untuk menghantam bagian belakang kepala korban hingga Ilham terjatuh.

 

Aksi kekerasan itu tidak berhenti pada satu pukulan. Korban yang sudah terjatuh disebut kembali dipukul sebanyak tiga kali.

 

Setelah itu, pelaku diduga membawa atau menuntun sepeda motor korban sejauh kurang lebih 15 meter. Namun, pelaku kemudian kembali menuju lokasi tempat Ilham tergeletak.

 

Dalam kondisi korban yang sudah tidak berdaya, bagian kepala korban kembali dihantam menggunakan kayu hingga beberapa kali. Polisi menduga terdapat sekitar tujuh hantaman tambahan sebelum pelaku memastikan korban telah meninggal dunia.

 

Untuk menghilangkan jejak, tubuh korban kemudian diduga ditutupi menggunakan daun-daun kering. Bahkan, sebagian daun tersebut disebut sempat dibakar menggunakan korek api.

 

Sementara itu, pihak keluarga sebelumnya diliputi kepanikan setelah Ilham meninggalkan rumah pada Kamis (1/10/2026) dengan alasan hendak bermain voli. Namun, hingga waktu yang ditunggu, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

 

Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan kebun kopi Desa Jatiarjo.

 

Terungkapnya kasus ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Terlebih, orang yang diduga berada di balik kematian Ilham disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

 

Polisi hingga kini masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Salah satu hal yang turut menjadi perhatian penyidik adalah keberadaan pihak berinisial BU, yang diduga menerima gadai sepeda motor milik korban.

 

Penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan pihak tersebut serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan perencanaan, aksi kekerasan, hingga penguasaan kendaraan korban.

 

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras mengenai dampak destruktif judi online. Persoalan yang awalnya berawal dari kekalahan dalam permainan dapat berkembang menjadi tekanan ekonomi, tindakan nekat, bahkan berujung pada hilangnya nyawa manusia.

 

Peristiwa tragis yang menimpa Ilham menunjukkan bahwa ketika perjudian telah membuat seseorang kehilangan kendali, bukan hanya harta benda yang menjadi korban. Dalam kondisi tertentu, keselamatan dan nyawa orang lain pun dapat ikut dipertaruhkan.

 

ALDERA NEWS – berani tajam terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru