**PAMEKASAN, ALDERA NEWS** – Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) resmi mengukuhkan pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KWI Pamekasan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pamekasan, Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si., jajaran pengurus KWI dari berbagai daerah, serta para insan pers. Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas wartawan sekaligus menegaskan komitmen terhadap profesionalisme dan independensi jurnalistik.
**Abdul Somad: KWI Harus Menjadi Wadah Pemersatu Wartawan**
Ketua DPC KWI Pamekasan, Abdul Somad, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa KWI hadir sebagai wadah untuk menyatukan wartawan dari berbagai media.
Ia berharap seluruh pengurus dan anggota mampu menjaga kekompakan, membangun hubungan yang sehat antarsesama insan pers, serta menghindari persaingan tidak sehat yang berpotensi merusak solidaritas profesi.
Menurutnya, amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kebersamaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPD KWI Jawa Timur kepada Abdul Somad atas dedikasi dan semangatnya dalam membangun organisasi di Kabupaten Pamekasan.
Ia berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta menghadirkan pemberitaan yang bermanfaat bagi kepentingan publik.
**Umar Hayat Tegaskan Persatuan Bukan untuk Bersaing**
Ketua Umum KWI, Umar Hayat, A.Md., S.Pd., C.F.L.E., C.L.A.D., menegaskan bahwa kehadiran KWI bukan untuk menjadi pesaing organisasi kewartawanan lainnya, melainkan sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan dan mempersatukan jurnalis.
Melalui slogan **“KWI, Mempersatu Jurnalis,”** ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk mengesampingkan perbedaan, memperkuat solidaritas, serta bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kualitas profesi kewartawanan.
Umar menekankan bahwa persatuan insan pers harus dibangun tanpa mengorbankan prinsip utama jurnalistik, yakni independensi, integritas, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa wartawan memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi sekaligus menjalankan kontrol sosial terhadap berbagai persoalan publik.
Karena itu, setiap pemberitaan harus disusun berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, melalui proses verifikasi serta klarifikasi, dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku.
Dukungan dari pihak mana pun, lanjutnya, tidak boleh menggeser sikap independen seorang wartawan. Pers harus tetap kritis, profesional, dan berimbang dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
**Prosesi Pengukuhan Ditandai Penyerahan Pataka**
Rangkaian kegiatan pengukuhan berlangsung melalui sejumlah prosesi. Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ustaz Mirno, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka, penyerahan simbolis atribut organisasi, serta pengucapan ikrar atau janji pengurus dan anggota yang dipimpin Abdul Somad.
Prosesi tersebut menjadi simbol kesiapan para pengurus dan anggota dalam menjalankan amanah organisasi, menjaga persatuan, serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi DPC KWI Pamekasan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun lingkungan kewartawanan yang mandiri, solid, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat **“KWI, Mempersatu Jurnalis,”** seluruh pengurus dan anggota diharapkan mampu menjaga kekompakan, menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang, serta mempertahankan independensi pers.
Persatuan menjadi fondasi organisasi, sementara integritas dan independensi merupakan prinsip yang harus tetap dijaga dalam setiap karya jurnalistik demi kepentingan publik.
**ALDERA NEWS – BERANI TAJAM TERPERCAYA**
( Redaksi)
Editor : Redaksi