PEGAWAI KAI DIDUGA DALANGI PENCURIAN REL DI JOMBANG, POLISI BONGKAR JARINGAN HINGGA PENADAH

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS | JOMBANG — Kasus pencurian puluhan batang rel kereta api di kawasan Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

 

Yang mengejutkan, aksi ilegal tersebut diduga melibatkan oknum pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pengendali utama di balik operasi pencurian.

 

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan dua pelaku lapangan berinisial MS dan IS oleh anggota Polsek Sumobito. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa keduanya hanya menjalankan perintah pihak lain.

 

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengungkapkan bahwa sosok yang diduga menjadi otak pencurian adalah CIK (49), warga Gubeng, Surabaya, yang diketahui merupakan pegawai PT KAI.

 

“CIK diduga berperan sebagai pihak yang menyuruh pelaku mengambil rel bekas pagar di area emplasemen stasiun. Jadi ini bukan pencurian biasa, ada yang mengendalikan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

 

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyasar rel bekas jenis R25 sepanjang dua meter yang berada di lingkungan Stasiun Curahmalang. Total sebanyak 25 batang besi berhasil diambil secara bertahap.

 

Aksi pertama terjadi pada 8 April 2026. Saat itu, MS dan IS menjalankan perintah CIK untuk mengambil rel yang disebut sudah tidak terpakai. Besi hasil curian kemudian dijual dan keuntungan dibagi.

 

CIK disebut menerima sekitar Rp1 juta, sementara dua pelaku lapangan mendapatkan bagian lebih kecil.

 

Tak berhenti di situ, beberapa hari kemudian CIK kembali diduga memerintahkan aksi serupa. Namun rencana kedua tersebut gagal setelah MS dan IS lebih dulu ditangkap polisi sebelum sempat menjual hasil curian.

 

Dari hasil pengembangan, polisi juga berhasil mengamankan seorang penadah berinisial IR (51), warga Kecamatan Diwek, yang diduga menjadi pembeli besi hasil curian tersebut.

 

Saat ini, seluruh pelaku telah diamankan dan proses hukum masih terus berjalan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan pencurian aset milik negara ini.

 

Sementara itu, pihak kepolisian mendorong PT KAI untuk segera memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan salah satu pegawainya dalam kasus tersebut.

 

ALDERA NEWS

Berani • Tajam • Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru