**KUNINGAN | ALDERA NEWS** — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Yayasan Jaya Artasena bersama keluarga besar Pusat Rehabilitasi NAPZA menggelar pemeriksaan kesehatan dan donor darah gratis yang berhasil menghimpun 45 labu darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor Yayasan Jaya Artasena, Jalan Raya Cilema, RT 018/RW 008, Kelurahan Cirendang, Kabupaten Kuningan. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong.
Ketua Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) Jawa Barat, Ahmad Hidayat, turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Jaya Artasena dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Pembina Yayasan AKBP (Purn) Heriyadi, Pimpinan Yayasan Jaya Artasena Misbahul Anwar Harahap, S.H., perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, Agus Mulyana, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, KBPP Kuningan Komol (Purn) Arif, serta sejumlah insan pers dan tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan donor darah dilakukan melalui kerja sama dengan PMI Kabupaten Kuningan.
**KWI Jabar: Kepedulian Harus Diwujudkan dalam Aksi Nyata**
Ketua KWI Jawa Barat, Ahmad Hidayat, menilai kegiatan sosial tersebut merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak cukup disampaikan melalui ucapan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ahmad Hidayat.
Ia menegaskan, semangat Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi penggerak bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sosial tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi sosial, pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat merupakan salah satu kunci untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial.
**Yayasan Jaya Artasena Dorong Program Berkelanjutan**
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Jaya Artasena, Misbahul Anwar Harahap, S.H., berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan donor darah gratis tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong terjalinnya kemitraan yang lebih kuat antara yayasan, Pemerintah Kabupaten Kuningan, PMI, dan berbagai elemen masyarakat agar program kemanusiaan dapat terus dikembangkan.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga dan dapat terus berkelanjutan. Kami berharap terjalin kemitraan yang baik antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, PMI, dan Yayasan Jaya Artasena agar program kemanusiaan dan kesehatan dapat terus dikembangkan demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
**45 Labu Darah Jadi Kontribusi Nyata bagi Sesama**
Keberhasilan PMI Kabupaten Kuningan menghimpun 45 labu darah menjadi salah satu capaian penting dalam kegiatan tersebut. Setiap kantong darah yang memenuhi persyaratan dapat membantu mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi sesuai kebutuhan medis.
Selain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi pengingat bahwa semangat persatuan harus terus dijaga melalui kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Jaya Artasena berharap semakin banyak pihak tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Kuningan.
Semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian, dan gotong royong demi membangun masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan berdaya.
**ALDERA NEWS — BERANI TAJAM TERPERCAYA**
( Redaksi)
Editor : Redaksi