HAUL KE-6 MBAH BUYUT BROTO DAN MBAH WATU AJI DI SIMOLAWANG DIPADATI 1.000 JAMAAH, HADRAH TOMBO ATI TAMBAH KHIDMAT

Reporter : Redaksi

**SURABAYA | ALDERA NEWS — Kamis, 29 Oktober 2026**

 

**SURABAYA** — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haul ke-6 Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji yang digelar pada Kamis (29/10/2026) di Aula Musala Mbah Buyut Broto, Jalan Simolawang, kawasan Puskesmas Surabaya.

 

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB, selepas salat Isya, tersebut dihadiri sekitar 1.000 jamaah dari berbagai kalangan. Para santri, jamaah pengajian, orang tua santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar turut hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

 

Antusiasme jamaah yang diperkirakan mencapai seribu orang tersebut menambah semarak pelaksanaan haul yang telah memasuki tahun keenam. Kehadiran masyarakat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan, kecintaan terhadap tradisi keagamaan, serta upaya mempererat tali silaturahmi di lingkungan Simolawang dan sekitarnya.

 

Haul tahunan ini menjadi momentum untuk mengenang para leluhur, memanjatkan doa, sekaligus meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji kepada generasi penerus.

 

**HADRAH TOMBO ATI SEMARAKKAN PEMBUKAAN ACARA**

 

Rangkaian kegiatan dipandu oleh Ustadz Fausen selaku pembawa acara yang mengarahkan jalannya kegiatan secara tertib, mulai dari pembukaan hingga rangkaian sambutan dan doa bersama.

 

Acara diawali dengan penampilan Hadrah Tombo Ati yang dipimpin oleh Ustadz Usman. Lantunan sholawat yang dibawakan dengan merdu menghadirkan suasana religius dan menambah kekhusyukan para jamaah.

 

Kekompakan personel Hadrah Tombo Ati turut menyemarakkan pelaksanaan haul. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk kecintaan terhadap sholawat dan tradisi keagamaan yang tumbuh serta terjaga di tengah masyarakat.

 

Dalam pengaturan tempat, jamaah laki-laki menempati area sebelah kanan musala, sedangkan jamaah perempuan berada di bagian depan musala. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan.

 

**DOA BERSAMA DAN KEHADIRAN TOKOH MASYARAKAT**

 

Doa bersama menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Haul ke-6 Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji. Doa dipimpin oleh Gus Faisol dan Bah Saiban Ibrahim sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan kerukunan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Nurhasim hadir sebagai perwakilan tokoh masyarakat. Kehadiran tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan di lingkungan Simolawang.

 

Kebersamaan antara panitia, tokoh masyarakat, santri, dan jamaah menunjukkan bahwa haul tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

 

**USTADZ SAHRONI WAKILI KETUA HAUL, SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA PARA DONATUR**

 

Dalam sambutannya, Ustadz Sahroni mewakili Ketua Haul, Saipul, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh donatur serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan demi terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik melalui bantuan materi, tenaga, pikiran, maupun bentuk dukungan lainnya. Setiap bantuan dan keikhlasan dinilai memiliki arti penting dalam menyukseskan pelaksanaan haul.

 

Apresiasi juga ditujukan kepada seluruh warga Simolawang dan Sidonipah yang telah ikut mendukung kegiatan tersebut. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi, memperkuat gotong royong, serta membangun kebersamaan di lingkungan sekitar.

 

Melalui sambutannya, Ustadz Sahroni berharap segala kebaikan dan keikhlasan para donatur, panitia, serta warga mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT, dilimpahi keberkahan dalam kehidupan, dan memperoleh syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW kelak di hari akhir.

 

Panitia juga berharap pelaksanaan haul pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah, dihadiri lebih banyak jamaah, serta terus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meneruskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.

 

**KEKOMPAKAN PANITIA JADI KUNCI KEBERSAMAAN**

 

Suksesnya pelaksanaan Haul ke-6 Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia yang menjalankan tugas dengan semangat gotong royong.

 

Ketua panitia, Saipul, bersama Wakil Ketua Sahroni, Sekretaris Bapak Bedi, serta seluruh anggota panitia turut berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian kegiatan.

 

Kekompakan tersebut tidak hanya terlihat selama acara berlangsung, tetapi juga setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Panitia berkumpul untuk makan bersama dalam suasana sederhana yang penuh keakraban.

 

Momen tersebut menjadi kesempatan untuk melepas lelah setelah menjalankan tugas sekaligus mempererat persaudaraan melalui obrolan santai, canda, dan kebersamaan.

 

Rasa lelah terbayar dengan kebahagiaan melihat kegiatan berlangsung dengan baik berkat dukungan berbagai pihak. Semangat gotong royong ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan agar tetap hidup dan berkelanjutan.

 

**MERAWAT WARISAN LELUHUR, MEMPERERAT SILATURAHMI**

 

Pelaksanaan Haul ke-6 Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan antarsesama, menghormati para leluhur, serta melanjutkan tradisi positif yang telah diwariskan.

 

Melalui lantunan sholawat, pengajian, doa bersama, dan partisipasi sekitar 1.000 jamaah, kegiatan ini diharapkan terus memberikan manfaat serta memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan warga Simolawang, Sidonipah, dan sekitarnya.

 

Dukungan para donatur, kerja sama panitia, serta antusiasme masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut. Harapannya, haul pada tahun-tahun mendatang dapat terselenggara lebih baik dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas.

 

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Haul Mbah Buyut Broto dan Mbah Watu Aji diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus.

 

**ALDERA NEWS**

 

*Berani, Tajam, Terpercaya*

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru