Oknum Polisi dan ASN Digerebek di Kontrakan, Propam Polres Nganjuk Turun Tangan

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS – NGANJUK

 

Kasus penggerebekan yang melibatkan oknum anggota kepolisian dan seorang aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kota Nganjuk menjadi sorotan publik. Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kontrakan pada Jumat (17/4/2026) sore, setelah keduanya diduga melakukan pertemuan tertutup yang memicu kecurigaan warga dan pihak keluarga.

 

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Nganjuk, AKP Herry Buntoro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut salah satu pihak yang diamankan merupakan anggota Polri aktif berinisial DE.

 

“Benar, yang bersangkutan berinisial DE. Ia diamankan bersama seorang perempuan berinisial A (AN), yang diketahui merupakan pegawai honorer atau PPPK paruh waktu di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk,” jelas AKP Herry saat dikonfirmasi, Jumat malam.

 

Penggerebekan bermula dari kecurigaan keluarga suami AN yang memantau aktivitas keduanya. Setelah dilakukan pembuntutan, DE dan AN diketahui masuk ke sebuah rumah kontrakan dengan menggunakan mobil Honda Jazz bernomor polisi AA 1466 T.

 

Sekitar pukul 15.00 WIB, warga bersama pihak keluarga mendatangi lokasi dan mendapati keduanya berada di dalam rumah tersebut. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas dari Propam Polres Nganjuk turun tangan untuk mengamankan keduanya.

 

“Saat ini DE sudah diamankan di Sipropam Polres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan intensif. Proses pendalaman masih berlangsung dan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas Herry.

 

Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Nganjuk sekitar pukul 17.30 WIB guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan pelanggaran etik maupun kemungkinan adanya pelanggaran disiplin dalam kasus tersebut.

 

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Nganjuk mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan keterlibatan ASN dalam peristiwa ini. Inspektur Inspektorat, Samsul Huda, menyebut pihaknya masih menunggu laporan untuk menentukan langkah selanjutnya.

 

“Sampai malam ini kami belum menerima laporan resmi. Jika sudah ada, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya singkat.

 

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap perilaku oknum aparatur negara, baik dari kalangan kepolisian maupun ASN. Publik pun menanti transparansi serta ketegasan penanganan dari institusi terkait, agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

 

ALDERA NEWS – BERANI, TAJAM, TERPERCAYA

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru