DUA PELAKU CURANMOR DIHAJAR MASSA DI SIDOARJO, SEMPAT TODONGKAN CELURIT DAN AIRSOFT GUN

Reporter : Redaksi

SIDOARJO — Aksi nekat dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berakhir tragis setelah keduanya menjadi sasaran amukan warga di Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (21/4/2026) petang.

 

Kedua pelaku yang diketahui berinisial HM (27), seorang residivis asal Kraton, Pasuruan, serta RZ (31), warga Kejayan, Pasuruan, kini telah diamankan pihak kepolisian setelah sempat babak belur dihajar massa.

 

Kapolsek Porong, Kompol Madya Wiraaji Kusuma, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi pelaku sempat membuat warga resah karena keduanya membawa senjata tajam jenis celurit serta benda yang menyerupai senjata api, yang belakangan diketahui merupakan airsoft gun.

 

“Pelaku sempat mengancam warga saat aksinya dipergoki. Namun warga yang sudah terlanjur geram tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap keduanya,” ujar Madya saat dikonfirmasi.

 

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban bernama Miftahul (23) terparkir di depan rumah dalam kondisi terkunci. Aksi pelaku diketahui oleh istri korban yang langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

 

Teriakan tersebut sontak memicu reaksi cepat warga. Dalam situasi panik, pelaku mencoba melawan dengan mengacungkan celurit guna menakut-nakuti. Namun upaya tersebut justru memicu kemarahan warga yang kemudian mengepung dan melumpuhkan keduanya.

 

Petugas kepolisian yang tengah berpatroli di wilayah Porong segera tiba di lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi pelaku dari amukan massa.

 

Dari hasil penyelidikan sementara, kedua pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan curanmor lintas daerah. Sebelum beraksi di Sidoarjo, mereka diketahui telah melakukan pencurian di wilayah Kabupaten Mojokerto dan berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor.

 

Akibat kejadian tersebut, kedua pelaku mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Tidak hanya itu, insiden ini juga berdampak pada warga sekitar. Seorang balita berusia sekitar satu tahun dilaporkan terjatuh saat ibunya ikut mengejar pelaku. Balita tersebut sempat dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam jaringan curanmor yang lebih luas di wilayah Jawa Timur.

 

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta segera melaporkan setiap kejadian kriminal kepada aparat kepolisian.

 

 

 

aldera news | berani tajam terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru