TRAGEDI SADIS DI BANGKALAN TERUNGKAP: ANAK TIRI HABISI IBU, MOTIF CEMBURU BERUJUNG MAUT

Reporter : Redaksi

BANGKALAN, JAWA TIMUR — Misteri penemuan jenazah perempuan di pinggir Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Kasus yang sempat menghebohkan warga ini ternyata merupakan tragedi keluarga yang berujung pembunuhan sadis.

 

Korban berinisial ABF (30) ditemukan pada Rabu malam (22/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dalam kondisi mengenaskan. Ia mengalami luka parah akibat senjata tajam di sejumlah bagian tubuh. Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, korban ditemukan masih mendekap boneka Pikachu berwarna kuning.

 

 

 

 

Kronologi Kejadian

 

Peristiwa tragis ini bermula saat korban berjalan kaki bersama seorang pria berinisial MS (34) dan seorang lansia SL (70). Mereka hendak menuju jalan utama untuk mencari kendaraan umum.

 

Dalam perjalanan, posisi korban sedikit tertinggal di belakang. Tiba-tiba, pelaku muncul dari arah belakang sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

 

Tanpa banyak kata, pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal terhadap korban. Serangan membabi buta itu membuat korban tak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Melihat kejadian tersebut, MS dan SL langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Polisi kemudian menemukan SL tidak jauh dari lokasi, sementara MS hingga kini masih dalam pencarian.

 

 

 

 

Pelaku Ditangkap, Ternyata Anak Tiri

 

Setelah melakukan penyelidikan intensif, aparat Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menangkap pelaku pada Kamis malam (23/4/2026).

 

Pelaku berinisial MH (24), yang ternyata merupakan anak tiri korban. Ia sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh polisi.

 

 

 

Motif: Sakit Hati dan Cemburu

 

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi keji tersebut dipicu oleh rasa sakit hati pelaku. MH menduga korban memiliki hubungan dengan pria lain, yakni MS.

 

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menjelaskan bahwa emosi pelaku sudah memuncak sejak beberapa hari sebelum kejadian.

 

> “Pelaku mengaku sakit hati karena menduga korban berselingkuh. Namun sasaran awalnya sebenarnya adalah MS,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026).

 

 

 

 

 

Hasil Otopsi

 

Dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Edy Suharto, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka serius di sejumlah bagian vital.

 

Luka terbuka ditemukan pada bagian leher, dada, perut, hingga pinggang. Beberapa organ dalam juga mengalami kerusakan akibat sabetan senjata tajam.

 

Penyebab utama kematian dipastikan akibat luka parah di bagian leher. Selain itu, korban juga dipastikan tidak dalam kondisi hamil.

 

 

 

Barang Bukti dan Proses Hukum

 

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya pakaian korban, sebilah celurit milik pelaku, serta boneka Pikachu yang ditemukan berlumuran darah.

 

Saat ini, tersangka MH telah ditahan di Mapolres Bangkalan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara.

 

 

 

Penyelidikan Berlanjut

 

Pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan para saksi untuk melengkapi berkas perkara. Selain itu, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap MS yang diduga menjadi bagian dari rangkaian peristiwa ini.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam keluarga yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tragedi yang merenggut nyawa.

 

 

 

Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru