Surabaya — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan modus berpura-pura sebagai teknisi WiFi yang sempat meresahkan warga. Tiga pelaku berinisial M, F, dan R akhirnya diringkus setelah buron selama kurang lebih tiga bulan sejak aksi mereka pada Januari 2026.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengungkapkan bahwa aksi kejahatan tersebut terjadi di salah satu rumah warga di kawasan Jalan Lebak Kenjeran, Surabaya. Para pelaku menjalankan aksinya dengan menyamar layaknya petugas resmi dari penyedia layanan internet.
“Mereka datang menggunakan atribut seperti rompi, seolah-olah teknisi resmi. Sebelum masuk ke rumah korban, pelaku terlebih dahulu merusak atau memutus jaringan internet di boks panel luar,” jelas Edy, Jumat (24/4).
Dengan kondisi internet yang terganggu, pelaku kemudian memanfaatkan situasi untuk masuk ke dalam rumah. Mereka diterima oleh asisten rumah tangga korban, dengan dalih akan melakukan perbaikan jaringan.
Tanpa menimbulkan kecurigaan, para pelaku berhasil masuk ke dalam rumah. Mereka kemudian berpura-pura melakukan pengecekan, namun justru menyusup ke kamar dan ruang kerja korban untuk melancarkan aksi pencurian.
Dari dalam rumah, pelaku menggondol sejumlah barang berharga, di antaranya perhiasan, emas batangan, uang tunai, serta sebuah smartphone. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
Lebih lanjut, hasil penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini bukan pemain baru. Mereka diketahui telah melakukan aksi serupa di sedikitnya delapan lokasi kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Surabaya dengan modus yang sama.
“Ini bukan pertama kali. Modus mengaku sebagai teknisi jaringan sudah dilakukan di 8 TKP. Saat ini kami masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan lokasi lain,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tamu yang mengaku sebagai petugas atau teknisi, khususnya jika tidak ada laporan atau permintaan sebelumnya. Warga diminta untuk selalu melakukan verifikasi identitas sebelum memberikan akses masuk ke dalam rumah.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa pelaku kejahatan kini semakin cerdik dalam menyusun modus operandi. Kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah tindak kriminal serupa.
Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya
(Redaksi)
Editor : Redaksi