MAY DAY 2026: GUBERNUR Khofifah Indar Parawansa SETUJUI 14 TUNTUTAN BURUH, SIAPKAN PESANGON & INSENTIF PAJAK

Reporter : Redaksi

Surabaya, Aldera News – Gelombang besar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Surabaya berubah menjadi momentum penting bagi ribuan pekerja. Massa buruh dari berbagai aliansi memadati kawasan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (1/5/2026), membawa sederet tuntutan yang selama ini mereka suarakan.

 

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu sempat memanas dengan berbagai orasi. Namun situasi berubah ketika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung menemui massa. Langkah ini dinilai sebagai respons cepat sekaligus upaya meredam ketegangan di lapangan.

 

Di hadapan perwakilan buruh, Khofifah mengambil langkah tegas dengan menandatangani 14 poin tuntutan May Day. Salah satu poin yang paling disorot adalah dorongan percepatan pengesahan regulasi baru terkait ketenagakerjaan, yang diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih kuat bagi para pekerja di tengah dinamika industri saat ini.

 

Tak berhenti di situ, Pemerintah Provinsi Jatim juga membuka wacana strategis berupa penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Jaminan Pesangon. Kebijakan ini nantinya akan dibahas bersama DPRD Jatim dan diproyeksikan menjadi payung hukum bagi kepastian hak pesangon buruh.

 

Dalam upaya meringankan beban ekonomi pekerja, Pemprov Jatim turut menghadirkan kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah diskon pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama sebesar 20 persen, yang secara khusus ditujukan bagi keluarga buruh. Kebijakan ini disambut antusias oleh massa yang hadir.

 

Selain itu, sejumlah program afirmatif juga digulirkan. Di sektor pendidikan, anak-anak buruh akan mendapatkan jalur khusus masuk SMA/SMK Negeri, sebagai bentuk keberpihakan pada kelompok pekerja. Sementara di sektor perumahan, akses terhadap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah akan dipermudah.

 

Tak kalah penting, terkait program nasional pembangunan 1 juta rumah subsidi, Khofifah memastikan pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama Menteri Perumahan, Maruarar Sirait, yang dijadwalkan berkunjung ke Jawa Timur pada 3 Mei 2026. Agenda ini diharapkan mempercepat realisasi hunian layak bagi buruh.

 

Momentum May Day tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar aksi tahunan. Kesepakatan yang tercapai dinilai sebagai sinyal kuat bahwa suara buruh mulai mendapat ruang serius dalam kebijakan pemerintah daerah.

 

Meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa implementasi dari seluruh janji tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya. Buruh kini tak hanya menuntut komitmen di atas kertas, tetapi juga realisasi nyata yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Aldera News akan terus mengawal perkembangan ini — apakah janji akan ditepati, atau kembali jadi catatan panjang perjuangan buruh.

 

 

 

Aldera News | Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru