BEGAL SADIS DILUMPUHKAN! JATANRAS POLDA JATIM TEMBAK PELAKU PEMBACOKAN PENDAKI WANITA DI PASURUAN

Reporter : Redaksi

Aldera News

 

Aksi kriminal brutal yang menyasar seorang pendaki wanita di kawasan wisata Bukit Premium akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Tim Jatanras Polda Jawa Timur mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan salah satu pelaku begal setelah melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

 

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di pintu masuk wisata Bhakti Alam, Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu, 4 Mei 2026. Kejadian ini sempat menggemparkan masyarakat dan wisatawan karena dilakukan secara sadis terhadap korban yang tengah beraktivitas di kawasan wisata.

 

Dalam pengungkapan kasus ini, Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengamankan dua tersangka berinisial JF dan SAS di lokasi yang berbeda.

 

Tersangka JF lebih dulu diringkus di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Dari hasil pemeriksaan, JF diketahui berperan sebagai joki yang membantu kelancaran aksi kejahatan tersebut.

 

Berdasarkan pengembangan dari keterangan JF, petugas kemudian memburu pelaku utama berinisial SAS yang diduga sebagai eksekutor pembacokan terhadap korban.

 

Petugas akhirnya berhasil melacak keberadaan SAS di daerah Kemangi, Tutur, Ngembal, Pasuruan. Saat dilakukan penggerebekan, pelaku ditemukan bersembunyi di dalam kandang sapi di belakang rumahnya.

 

Namun saat hendak diamankan, SAS berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkannya.

 

“Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka mencoba kabur sehingga kami lakukan tindakan tegas sesuai prosedur,” ujar Panit I Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati Joyonegoro.

 

Dari hasil interogasi, kedua tersangka mengaku bahwa sepeda motor hasil kejahatan telah dijual kepada seorang penadah berinisial M. Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penadahan tersebut.

 

Kasus ini masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan kejahatan lain yang terlibat. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di kawasan wisata yang relatif sepi.

 

Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru