BURON 3 HARI, TERDUGA PENCABUL PULUHAN SANTRI AKHIRNYA DIBEKUK DI PETILASAN WONOGIRI!

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS

 

Pelarian pria berinisial A, tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santri di Kabupaten Pati, akhirnya terhenti. Setelah sempat membuat geger masyarakat dan berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran aparat, pelaku berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polresta Pati di sebuah petilasan di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis dini hari (7/5/2026).

 

Penangkapan tersebut menjadi akhir dari aksi pelarian yang dilakukan tersangka selama beberapa hari terakhir. Polisi bergerak cepat memburu pelaku setelah diketahui mangkir dari panggilan pemeriksaan dan diduga sengaja melarikan diri untuk menghindari proses hukum.

 

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka ditemukan saat bersembunyi di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Wonogiri.

 

“Berhasil ditemukan di Wonogiri, tepatnya di Petilasan Eyang Gunungsari,” ungkapnya.

 

Dari hasil penelusuran aparat, tersangka diketahui sempat berpindah-pindah lokasi demi mengelabui petugas. Perjalanan pelarian itu disebut cukup panjang, mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo hingga akhirnya berakhir di Wonogiri.

 

“Pelaku sempat berpindah ke beberapa daerah. Dari Kudus, kemudian ke Bogor, lanjut Jakarta, Solo dan terakhir di Wonogiri,” jelasnya.

 

Petugas akhirnya berhasil melakukan penyergapan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat diamankan, tersangka tidak lagi memiliki ruang untuk kabur setelah aparat melakukan pengejaran intensif sejak 4 Mei 2026.

 

Polisi menyebut proses perburuan dilakukan secara serius dengan melibatkan jajaran Polresta Pati hingga dukungan dari Polda Jawa Tengah. Aparat terus melacak pergerakan tersangka yang diduga berusaha mencari tempat persembunyian aman agar tidak terlacak.

 

“Sejak tanggal 4 kami melakukan pengejaran. Alhamdulillah sekarang berhasil diamankan dan akan dibawa ke Mapolresta Pati untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.

 

Kasus ini sendiri menjadi sorotan publik lantaran dugaan tindakan bejat yang dilakukan tersangka disebut melibatkan banyak korban dari kalangan santri. Warga pun geram dan mendesak aparat menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.

 

Pelarian tersangka dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa dirinya berupaya menghindari pertanggungjawaban hukum. Sebab sebelumnya, pelaku diketahui beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik.

 

Kini, setelah berhasil ditangkap, masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta memberikan perlindungan kepada para korban yang diduga mengalami trauma mendalam akibat perbuatan pelaku.

 

Pihak kepolisian juga diperkirakan akan terus mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun pihak yang diduga mengetahui keberadaan tersangka selama masa pelarian.

 

ALDERA NEWS

Berani • Tajam • Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru