ALDERA NEWS
Situbondo – Aksi pencurian ternak dengan modus tak biasa kembali menggegerkan warga. Kali ini, pelaku diduga tidak sekadar mencuri, melainkan menyembelih sapi langsung di lokasi kejadian sebelum membawa kabur bagian daging bernilai tinggi.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Kajar, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada Rabu pagi (1/4/2026). Seekor sapi milik warga bernama Suparno (61) menjadi korban dalam aksi yang dinilai semakin nekat dan terorganisir.
Sapi yang menjadi sasaran bukan ternak biasa. Hewan tersebut merupakan jenis sapi unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, dikenal sebagai sapi sumintal atau sekelas limosin yang memiliki harga jual mahal di pasaran.
Pelaku diduga kuat telah mengincar target sejak awal. Hal itu terlihat dari cara mereka beraksi—tidak membawa kabur sapi hidup, melainkan langsung menyembelih di lokasi. Bagian yang diambil pun bukan sembarangan, melainkan daging-daging pilihan.
Pelaksana Harian Kapolsek Kapongan, Ipda Fero Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaku hanya mengambil bagian tertentu dari tubuh sapi.
“Yang diambil hanya bagian paha kaki kanan depan serta daging bagian punggung,” ungkapnya.
Aksi ini mengindikasikan pelaku memiliki pengetahuan soal bagian daging bernilai tinggi, sekaligus memperlihatkan adanya perencanaan matang. Dugaan sementara, pelaku berjumlah lebih dari satu orang.
Pasalnya, proses menyembelih hingga memotong sapi di lokasi bukan pekerjaan mudah. Selain membutuhkan tenaga, juga diperlukan keahlian serta waktu yang tidak singkat. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok terorganisir.
Warga sekitar pun dibuat resah. Modus baru ini dinilai lebih berbahaya karena pelaku tidak lagi takut beraksi di tempat terbuka dan berpotensi meninggalkan jejak kekerasan di lokasi kejadian.
Aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memburu para pelaku yang diduga masih berada di sekitar wilayah Situbondo. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi para peternak yang memiliki hewan ternak bernilai tinggi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan pencurian ternak kini semakin brutal dan terstruktur. Tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat pedesaan.
ALDERA NEWS
Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi