SURABAYA – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Surabaya setelah dokter Rutan Surabaya, dr. Moch. Arifin, meninggal dunia pada Rabu, 13 Mei 2026. Kepergian sosok tenaga medis yang dikenal ramah, tenang, dan penuh dedikasi itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi seluruh jajaran pegawai maupun warga binaan yang selama ini merasakan pengabdiannya.
Sejak pagi hari, suasana haru tampak menyelimuti kediaman almarhum. Kepala Rutan Surabaya bersama jajaran pegawai hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengikuti prosesi pelepasan jenazah sebelum diberangkatkan menuju tempat pemakaman.
Dengan penuh rasa kehilangan, Kepala Rutan Surabaya memimpin langsung prosesi pelepasan almarhum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Almarhum merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Beliau tidak hanya menjalankan profesinya sebagai dokter, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan selalu memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya dengan penuh haru.
Selama bertugas di Rutan Surabaya, dr. Moch. Arifin dikenal sebagai pribadi sederhana dan dekat dengan seluruh pegawai. Tak sedikit warga binaan yang merasa kehilangan atas wafatnya sosok dokter yang selama ini dikenal humanis dan penuh perhatian dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi lingkungan Rutan Surabaya. Banyak pegawai yang tampak tak kuasa menahan air mata saat prosesi penghormatan terakhir berlangsung. Suasana hening dan doa bersama mengiringi keberangkatan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Para pegawai mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang selalu hadir memberikan pelayanan tanpa mengenal lelah. Dalam setiap tugasnya, dr. Moch. Arifin dikenal mengedepankan rasa kemanusiaan serta kepedulian tinggi terhadap kondisi kesehatan warga binaan maupun rekan kerja.
Momentum pelepasan jenazah tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar Rutan Surabaya atas pengabdian dan loyalitas almarhum selama bertugas. Kehadiran seluruh jajaran pegawai menunjukkan rasa solidaritas dan kekeluargaan yang begitu kuat di lingkungan Rutan Surabaya.
Meski telah berpulang, sosok dr. Moch. Arifin akan tetap dikenang sebagai pribadi yang mengabdikan dirinya dengan tulus demi pelayanan dan kemanusiaan. Doa-doa terbaik terus mengalir dari keluarga, sahabat, dan rekan kerja yang merasa kehilangan atas kepergiannya.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi