GRESIK | ALDERA NEWS
Pelarian panjang seorang pelaku perampokan bersenjata api yang sempat menggegerkan wilayah Driyorejo, Kabupaten Gresik, akhirnya berakhir. Setelah menjadi buronan selama berbulan-bulan, pelaku berinisial F berhasil diringkus oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, pada Minggu (24/5/2026).
Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus perampokan uang milik sebuah SPBU yang terjadi pada April 2025 lalu. Dalam aksi kriminal itu, para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai lebih dari Rp130 juta dan bahkan nekat melepaskan tembakan ke arah warga yang berusaha memberikan pertolongan kepada korban.
Menurut informasi yang dihimpun, keberadaan pelaku berhasil terlacak setelah aparat kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan kasus selama beberapa bulan terakhir. Tim gabungan kemudian bergerak menuju wilayah Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang diduga menjadi lokasi persembunyian tersangka.
Saat proses penangkapan berlangsung, pelaku disebut melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian. Akibatnya, pelaku mengalami luka tembak pada kedua kakinya sebelum akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan tersebut, di antaranya sebuah telepon genggam, helm berwarna hitam, serta celana jeans yang dikenakan pelaku saat melakukan perampokan.
Pelaku Penembak Saat Aksi Perampokan
Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa F memiliki peran penting dalam aksi perampokan tersebut. Ia diduga sebagai pelaku yang membawa sekaligus menggunakan senjata api jenis revolver saat menjalankan aksinya bersama komplotannya.
Peristiwa perampokan itu terjadi di kawasan Jalan Raya Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Saat itu korban berinisial JR, yang bertugas sebagai admin SPBU Damarasih Krikilan, sedang dalam perjalanan menuju bank untuk menyetorkan uang operasional penjualan bahan bakar minyak.
Korban diketahui membawa uang tunai lebih dari Rp130 juta. Namun ketika melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet oleh sejumlah pelaku yang mengendarai sepeda motor. Dalam hitungan detik, para pelaku merampas tas berisi uang dan menyebabkan korban terjatuh ke badan jalan.
Situasi semakin mencekam ketika beberapa warga berusaha memberikan bantuan kepada korban. Salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan. Akibatnya, seorang warga berinisial ISK terkena tembakan pada bagian kaki dan harus mendapatkan perawatan medis.
Setelah berhasil menguasai uang hasil rampokan, para pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Aksi brutal tersebut sempat menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial karena keberanian pelaku menggunakan senjata api di ruang publik.
Lima Pelaku Masih Diburu
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa aksi perampokan tersebut tidak dilakukan oleh satu atau dua orang saja, melainkan melibatkan tujuh pelaku yang memiliki peran masing-masing.
Hingga saat ini, satu pelaku telah berhasil diamankan, sementara lima pelaku lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu oleh aparat kepolisian. Polisi memastikan pengejaran terhadap para pelaku yang tersisa akan terus dilakukan hingga seluruh jaringan berhasil diungkap dan ditangkap.
Kasus ini menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas tindak kriminal bersenjata yang meresahkan masyarakat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku yang masih buron.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi