Ratusan Warga Kapas Lor Kepung Resto Soto Boyolali, Tuntut Hak Kelola Parkir dan Peluang Kerja untuk Masyarakat Lokal

Reporter : Redaksi

Warga RW 06 Kapas Lor Bersama GRIB Jaya Gelar Aksi Damai, Manajemen SSB Sepakati Libatkan Warga dalam Pengelolaan Parkir

 

SURABAYA | ALDERA NEWS

 

Aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan warga lokal kembali mencuat di Kota Surabaya. Ratusan warga RW 06 Kapas Lor, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) GRIB Jaya menggelar aksi unjuk rasa di area parkir Resto SSB (Spesialnya Soto Boyolali), Jalan Kenjeran Nomor 153-155, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Senin (25/05/2026).

 

Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB hingga 13.50 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan yang berfokus pada keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan lahan parkir serta kesempatan kerja bagi warga setempat di lingkungan usaha tersebut.

 

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan warga, di antaranya penolakan terhadap pengelolaan parkir oleh pihak luar serta seruan agar keberadaan usaha memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

 

Koordinator lapangan aksi, Samhari, menegaskan bahwa kehadiran GRIB Jaya dalam kegiatan tersebut bukan sebagai provokator, melainkan sebagai pendamping warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai.

 

Menurutnya, warga berharap pihak manajemen Spesialnya Soto Boyolali dapat menunjukkan keterbukaan terkait legalitas usaha serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat lingkungan sekitar.

 

"Kami hadir untuk mengawal aspirasi warga. Tujuan utama kami adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan masyarakat. Kami berharap semua persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik," ujar salah satu perwakilan massa saat menyampaikan orasi.

 

Selain menyoroti aspek transparansi perizinan usaha, warga juga meminta agar keberadaan restoran dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik melalui perekrutan tenaga kerja lokal maupun pelibatan warga dalam pengelolaan area parkir.

 

Massa aksi juga meminta aparat kepolisian dan TNI di wilayah Tambaksari untuk turut memfasilitasi proses mediasi guna mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak.

 

Situasi sempat memanas sekitar pukul 12.25 WIB ketika sebagian massa berupaya memasuki area restoran dan terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Namun kondisi berhasil dikendalikan oleh personel Polsek Tambaksari bersama jajaran Polrestabes Surabaya sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

 

Selanjutnya, sebanyak 12 perwakilan massa diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak manajemen Spesialnya Soto Boyolali.

 

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga menyampaikan harapan agar keberadaan usaha dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Mereka juga menginginkan pengelolaan parkir melibatkan Karang Taruna RW 06 dengan pengawasan para ketua RT setempat.

 

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen SSB menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan perusahaan pengelola jasa parkir. Meski demikian, pihak restoran menyatakan kesediaannya untuk melibatkan warga sekitar sebagai petugas parkir, sementara sistem pengelolaan tetap mengikuti mekanisme kerja sama yang telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Audiensi yang berakhir sekitar pukul 13.39 WIB menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan melalui mediasi di Polsek Tambaksari pada keesokan harinya pukul 10.00 WIB.

 

Selain itu, disepakati bahwa kebijakan pengelolaan parkir tetap menjadi kewenangan pihak Spesialnya Soto Boyolali, namun tenaga kerja parkir akan diprioritaskan dari warga sekitar sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Usai tercapainya kesepakatan awal tersebut, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan lokasi tanpa insiden lanjutan. Situasi di sekitar restoran kembali kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

 

Aksi ini menjadi gambaran bahwa masyarakat menginginkan keberadaan pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar. Melalui dialog yang konstruktif dan mediasi yang difasilitasi aparat, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara dunia usaha dan masyarakat demi menjaga stabilitas serta keberlangsungan pembangunan di wilayah Kota Surabaya.

 

 

ALDERA NEWS

Berani • Tajam • Terpercaya

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru