BIADAB! PELAKU SIRAM AIR KERAS DI BEKASI SUDAH RENCANAKAN AKSI SEJAK LAMA, GUNAKAN GAYUNG PINK SEBAGAI SENJATA

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS

 

 

 

Bekasi — Aksi keji penyiraman air keras kembali mengguncang publik. Seorang pria berinisial PBU (29) nekat melakukan serangan brutal terhadap korban bernama Tri Wibowo (54) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (30/3/2026).

 

Fakta mengejutkan terungkap, aksi tersebut ternyata bukan dilakukan secara spontan. Pelaku diketahui telah merencanakan kejahatan ini jauh hari sebelumnya dengan persiapan yang matang dan terstruktur.

 

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (3/4/2026), mengungkap bahwa pelaku sudah membeli bahan utama berupa air keras jenis asam sulfat berkadar tinggi sejak beberapa bulan lalu.

 

“Pelaku membeli air keras berkadar 90 persen sebanyak 900 mililiter melalui e-commerce pada November 2025 dengan harga sekitar Rp100.000,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, untuk melancarkan aksinya, pelaku juga membeli sebuah gayung berwarna pink yang digunakan sebagai alat untuk menyiram cairan berbahaya tersebut ke tubuh korban.

 

“Gayung tersebut dibeli pada 28 Maret 2026 di kawasan Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur,” tambah Sumarni.

 

Aksi ini semakin menunjukkan adanya perencanaan matang. Pelaku bahkan menyiapkan kendaraan operasional dengan membeli sepeda motor Honda Vario warna hitam melalui media sosial pada 9 Maret 2026.

 

Untuk menghindari identifikasi, pelaku juga menggunakan pelat nomor palsu yang dibeli pada 11 Maret 2026 di wilayah Jalan Raya Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan, dengan harga Rp60.000.

 

Rangkaian persiapan ini memperlihatkan bahwa pelaku dengan sengaja merancang setiap detail untuk memastikan aksinya berjalan tanpa hambatan.

 

Kasus ini sontak memicu kemarahan publik, mengingat tindakan penyiraman air keras merupakan kejahatan serius yang dapat menyebabkan luka permanen hingga trauma berkepanjangan bagi korban.

 

Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami motif di balik aksi sadis tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor dendam pribadi atau konflik lain yang melatarbelakangi kejadian ini.

 

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan mengalami luka serius akibat siraman cairan berbahaya tersebut dan tengah menjalani perawatan intensif.

 

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tindak kekerasan ekstrem masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat, dan penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan untuk memberikan efek jera.

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru