SURABAYA – ALDERA NEWS | Nasib kurang beruntung menimpa seorang warga Surabaya berinisial AM (45), warga Jalan Kalianak, Kecamatan Asemrowo, yang menjadi korban insiden tak terduga akibat letusan senapan angin di kawasan Jalan Gembong Tebasan, Kecamatan Genteng.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Korban yang saat itu tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan aktivitas senapan tersebut justru terkena proyektil hingga mengalami luka di bagian hidung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Genteng telah meminta keterangan dari seorang pria berinisial T (44), warga Kwanyar, Bangkalan, yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Kanit Reskrim Polsek Genteng menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal dari permintaan bantuan seorang rekan T yang berada di Mojokerto. T diminta membawa senapan angin laras panjang yang mengalami kerusakan untuk diperbaiki di Surabaya.
Sebelum senapan dibawa, pemilik disebut telah mengingatkan bahwa masih terdapat satu peluru di dalam tabung senapan yang sebelumnya gagal ditembakkan lantaran bagian pemicu diduga mengalami gangguan.
Dengan tujuan memperbaiki senapan tersebut, T kemudian mengangkut senapan menggunakan sepeda motor dan mengikatnya di sisi kendaraan selama perjalanan menuju lokasi servis.
Setibanya di kawasan Jalan Gembong Tebasan, T bertemu dengan teknisi yang dituju. Dalam proses menjelaskan kondisi kerusakan, senapan masih berada dalam posisi terikat di kendaraan dengan arah laras menghadap ke depan.
Saat menunjukkan bagian pemicu yang disebut tidak berfungsi normal, T mencoba menekan pelatuk untuk memperagakan kondisi kerusakan. Namun di luar dugaan, mekanisme pelatuk justru bekerja dan memicu peluru yang masih tersisa di dalam senapan keluar secara tiba-tiba.
Peluru tersebut melesat dan mengenai AM yang saat itu tengah berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban diketahui sedang duduk dengan jarak beberapa meter ketika insiden berlangsung.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian hidung dan mendapat penanganan setelah kejadian. Beruntung kondisi korban tidak dilaporkan mengalami luka yang mengancam jiwa.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk aspek kelalaian serta prosedur keamanan dalam membawa dan menangani senapan angin yang masih berisi proyektil.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa penanganan senjata, termasuk senapan angin yang dianggap tidak mematikan, tetap harus dilakukan dengan standar keselamatan tinggi guna mencegah kejadian yang dapat membahayakan orang lain.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi