Surabaya, ALDERA NEWS | 5 April 2026 — Aksi nekat dua remaja yang diduga bagian dari kelompok gangster kembali mengusik ketenangan Kota Surabaya. Mereka diamankan aparat kepolisian usai terlibat dalam aksi tawuran bersenjata tajam di kawasan Jalan Prof Dr. Mustopo, Kecamatan Gubeng, pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut bermula dari laporan warga yang resah melihat sekelompok remaja berkumpul dan diduga hendak melakukan bentrokan. Informasi yang masuk menyebutkan bahwa dua kelompok telah saling janjian untuk bertemu dan melakukan tawuran, lengkap dengan membawa senjata tajam.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas gabungan dari Polrestabes Surabaya bersama jajaran Polsek setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, situasi sudah mencekam. Para remaja terlihat berlarian, sementara sebagian lainnya mencoba melarikan diri saat mengetahui kehadiran aparat.
Aksi tersebut sempat membuat panik para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Beberapa pengendara bahkan memilih berhenti atau memutar arah demi menghindari potensi bahaya dari bentrokan tersebut.
Polisi kemudian melakukan pembubaran paksa dan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat. Hasilnya, dua remaja berhasil diamankan di lokasi berbeda. Keduanya langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Turjawali Satsamapta Polrestabes Surabaya, Ipda Doni Nugraha, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para pelaku mayoritas masih berstatus pelajar.
“Benar, ada dua yang kami amankan. Mereka ini bagian dari kelompok gangster. Rata-rata masih anak SMA dan mengaku janjian untuk tawuran di depan SMA 4,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi ini telah direncanakan sebelumnya melalui komunikasi antar kelompok. Fenomena tawuran remaja yang melibatkan senjata tajam pun kembali menjadi perhatian serius aparat.
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringan serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Polisi juga tengah menelusuri asal-usul senjata tajam yang dibawa para remaja itu.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam malam. Selain itu, sekolah juga diharapkan turut berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan guna mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi kriminal seperti tawuran.
Fenomena geng remaja yang semakin berani menunjukkan eksistensinya di jalanan dinilai menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat di kota besar seperti Surabaya.
ALDERA NEWS — Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi