Sembunyikan 2,9 Kg Kabel Tembaga di Jok Motor, Dua Pekerja Kepergok Saat Hendak Keluar Kawasan Industri Gresik

Reporter : Redaksi

GRESIK | ALDERA NEWS – Upaya dua pekerja membawa keluar kabel tembaga sisa produksi dari kawasan industri di Jalan Mayjend Sungkono, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berakhir gagal.

 

Keduanya harus berhadapan dengan aparat kepolisian setelah aksinya terbongkar ketika petugas keamanan melakukan pemeriksaan kendaraan di pintu keluar kawasan industri, Kamis (6/8/2026).

 

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial MR (25), warga Asemrowo, Surabaya, dan ZAAAS (26), warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

 

Kecurigaan petugas keamanan bermula saat melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor Honda Vario warna merah yang digunakan salah satu terduga pelaku.

 

Saat jok kendaraan dibuka, petugas menemukan kabel tembaga yang telah dikupas dengan berat kurang lebih 2,9 kilogram. Barang tersebut diduga hendak dibawa keluar dari kawasan industri tanpa seizin perusahaan.

 

Mengetahui adanya temuan tersebut, petugas keamanan kemudian menghubungi pihak kepolisian melalui layanan darurat 110.

 

Tak lama berselang, personel Satreskrim Polres Gresik datang ke lokasi. Tim yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Andi Asyraf langsung melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan kedua terduga pelaku berikut barang bukti.

 

Kabel Disembunyikan di Jok Motor

 

Ipda Andi Asyraf membenarkan adanya penindakan terhadap dua pekerja yang diduga hendak membawa keluar kabel tembaga sisa produksi tersebut.

 

Menurutnya, barang bukti ditemukan di dalam jok sepeda motor yang dikendarai salah satu terduga pelaku.

 

"Dari hasil pemeriksaan, petugas keamanan menemukan kabel tembaga kurang lebih seberat 2.900 gram di dalam jok sepeda motor Honda Vario warna merah yang dikendarai salah satu pelaku," ujar Ipda Asyraf, Jumat (7/8/2026).

 

Dari pemeriksaan awal kepolisian, MR diduga mengajak ZAAAS untuk mengambil sisa tembaga produksi yang berada di kawasan perusahaan.

 

Alasan yang disampaikan kepada penyidik, tindakan tersebut dilakukan karena kebutuhan ekonomi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar utang.

 

Kabel tembaga yang telah dikupas itu kemudian diduga disembunyikan di dalam jok sepeda motor sebelum dibawa menuju pintu keluar kawasan industri.

 

Untuk mengelabui pengawasan, kabel tersebut ditutupi menggunakan jaket alat pelindung diri (APD) milik perusahaan.

 

Cara tersebut diduga dilakukan agar keberadaan kabel tidak mudah terlihat, termasuk saat kendaraan melintas di area yang terpantau kamera pengawas atau CCTV.

 

Namun, upaya tersebut akhirnya terbongkar ketika petugas keamanan menjalankan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan di pintu keluar kawasan industri.

 

Petugas yang curiga kemudian memeriksa bagian jok sepeda motor dan menemukan kabel tembaga yang disembunyikan di dalamnya.

 

Kerugian Perusahaan Ditaksir Rp420 Ribu

 

Setelah kepolisian datang ke lokasi, kedua terduga pelaku bersama barang bukti diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Barang bukti yang diamankan antara lain kabel tembaga kupas dengan berat sekitar 2.900 gram serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna merah yang digunakan saat kejadian.

 

Akibat peristiwa tersebut, pihak perusahaan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp420 ribu.

 

Meski nilai kerugian relatif kecil, kepolisian tetap memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Saat ini, MR dan ZAAAS masih menjalani proses hukum di Polres Gresik untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

 

Keduanya dijerat dengan Pasal 478 KUHP tentang pencurian ringan, dengan ancaman pidana berupa denda paling banyak Rp10 juta.

 

Kepolisian juga masih mendalami keterangan kedua terduga pelaku untuk memastikan rangkaian peristiwa serta motif di balik upaya membawa keluar kabel tembaga tersebut.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan di kawasan industri menjadi bagian penting dalam mencegah hilangnya aset maupun sisa material produksi perusahaan.

 

Pemeriksaan kendaraan di pintu keluar yang dilakukan petugas keamanan menjadi titik awal terbongkarnya dugaan aksi tersebut, sebelum kabel tembaga berhasil dibawa meninggalkan kawasan industri.

 

ALDERA NEWS – BERANI, TAJAM, TERPERCAYA 

 

( Ita)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru