SIDAK MENDADAK DI SEL TAHANAN, POLRES BANGKA BARAT TEGASKAN ZERO TOLERANCE BARANG TERLARANG

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS — Upaya menjaga keamanan dan integritas ruang tahanan terus diperketat. Jajaran Polres Bangka Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dalam sel tahanan pada Kamis sore (9/4/2026), sebagai langkah tegas mencegah masuknya barang-barang terlarang.

 

Kegiatan sidak ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Bangka Barat, Albert D. H. Tampubolon, didampingi para pejabat utama serta tim pengawasan internal. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa pemberitahuan sebelumnya, guna memastikan kondisi riil di lapangan.

 

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya memeriksa kondisi fisik ruang tahanan, tetapi juga melakukan penggeledahan detail terhadap barang-barang milik para tahanan. Setiap sudut ruangan tak luput dari pemeriksaan, mulai dari tempat tidur, ventilasi, hingga barang pribadi yang berpotensi disalahgunakan.

 

Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran di dalam sel tahanan.

 

“Tidak ada ruang bagi barang terlarang di dalam tahanan. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan serta mencegah potensi gangguan yang bisa timbul kapan saja,” tegasnya kepada awak media.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sidak seperti ini akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak adanya celah bagi penyelundupan barang berbahaya seperti narkotika, senjata tajam, maupun alat komunikasi ilegal.

 

Selain aspek pengamanan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap para tahanan. Dengan lingkungan yang steril dari barang terlarang, diharapkan kondisi tetap kondusif serta meminimalisir potensi konflik di dalam ruang tahanan.

 

Polres Bangka Barat menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat disiplin internal. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, transparan, dan bebas dari praktik-praktik penyimpangan.

 

Langkah tegas ini sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang terjadi di balik jeruji besi.

 

ALDERA NEWS — Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru