JEDDAH | ALDERA NEWS – Sebanyak 11 jemaah umrah asal kawasan Suramadu (Surabaya–Madura) dilaporkan masih tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Hingga Jumat (25/9/2026), para jemaah belum dapat kembali ke Indonesia karena tiket penerbangan pulang disebut belum tersedia.
Para jemaah saat ini masih bertahan di sebuah rumah sewa di kawasan Sarafiah, Jeddah. Mereka seharusnya dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Senin (21/9/2026), namun hingga jadwal tersebut terlewati belum ada kepastian mengenai penerbangan kepulangan.
Salah seorang jemaah asal Surabaya mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan agen perjalanan yang memberangkatkan mereka. Namun, pihak travel disebut masih mengupayakan pembelian tiket tanpa memberikan kepastian tanggal keberangkatan.
“Seharusnya kepulangan ke Indonesia dijadwalkan Senin kemarin. Namun hingga kini belum ada kabar dari pihak travel, sehingga kami masih bertahan di Jeddah,” ujar salah seorang jemaah kepada wartawan.
Sebelumnya, perwakilan travel di Pamekasan, Madura, disebut sempat menjanjikan tiket kepulangan akan dibelikan setelah salah satu jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit diperbolehkan pulang.
Namun, setelah kondisi tersebut terpenuhi, tiket kepulangan para jemaah hingga kini masih belum diterima.
IDENTITAS AGEN DIKELUHKAN TIDAK SESUAI
Selain persoalan tiket, para jemaah juga mempertanyakan informasi mengenai agen yang memberangkatkan mereka.
Menurut keterangan jemaah, mereka menggunakan jasa agen bernama Bin Mustofa yang berkantor di Pamekasan, Madura. Namun, pada kartu identitas resmi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus), tercantum nama PT Mitra Kebomas Wisata yang beralamat di Jakarta Barat.
Perbedaan informasi tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan oleh para jemaah dan diharapkan dapat segera mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.
Para jemaah mengikuti program umrah selama 16 hari, dengan rincian sembilan hari di Madinah, lima hari di Makkah, serta dua hari untuk perjalanan pulang-pergi. Seluruh rangkaian ibadah umrah disebut telah selesai dilaksanakan.
MASIH DITAMPUNG, NAMUN FASILITAS DIKELUHKAN
Pihak travel disebut masih menyediakan tempat tinggal sementara serta kebutuhan makanan bagi para jemaah selama berada di Jeddah.
Namun, para jemaah mengeluhkan kondisi rumah sewa di kawasan Sarafiah yang dinilai kurang memadai untuk menampung 11 orang sekaligus dalam kondisi mereka masih menunggu kepastian kepulangan.
Atas kondisi tersebut, para jemaah berharap Kementerian Agama dapat melakukan pengawasan dan memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka alami.
Mereka juga meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah segera memberikan pendampingan dan membantu mendorong penyelesaian persoalan dengan pihak travel agar kepulangan 11 jemaah ke Indonesia dapat segera memperoleh kepastian.
Para jemaah kini masih menunggu kejelasan tiket dan jadwal penerbangan sambil bertahan di Jeddah.
ALDERA NEWS – BERANI TAJAM TERPERCAYA
( Redaksi)
Editor : Redaksi