ALDERA NEWS – Pengungkapan pabrik narkoba jenis Zenith berskala besar di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus bergulir dan menyeret nama oknum aparat. Polda Metro Jaya mengungkap bahwa salah satu pelaku yang diamankan merupakan anggota polisi aktif berinisial P.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, membenarkan adanya keterlibatan oknum tersebut. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait sejauh mana peran dan keterlibatan yang bersangkutan dalam jaringan peredaran narkoba tersebut.
“Iya, inisial P merupakan anggota polisi. Saat ini masih didalami keterlibatannya,” ujar Budi, Selasa (14/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, oknum polisi tersebut diduga berperan sebagai kurir yang bekerja di bawah kendali tersangka utama berinisial D. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Penyelidikan yang dilakukan tim gabungan menunjukkan bahwa jaringan ini tidak berdiri sendiri. Bahkan, aparat masih memburu delapan orang lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Masih ada delapan orang DPO dan saat ini terus diburu petugas,” tegasnya.
Penggerebekan ini sendiri merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat. Lokasi pabrik berada di wilayah Semarang dan diduga telah beroperasi cukup lama dalam memproduksi obat terlarang jenis Zenith Carnophen.
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar berupa bahan baku (prekursor) yang digunakan untuk produksi obat ilegal tersebut. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 1,85 ton, terdiri dari berbagai jenis bahan kimia seperti carisoprodol, hisel, talaq, hingga poviden.
Jumlah ini menunjukkan bahwa pabrik tersebut beroperasi dalam skala besar dan memiliki kapasitas produksi tinggi yang berpotensi merusak generasi muda jika beredar luas di masyarakat.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Kepolisian menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap anggotanya yang terbukti terlibat dalam tindak pidana, khususnya peredaran narkotika.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh jaringan, termasuk alur distribusi dan pihak-pihak yang terlibat di balik produksi Zenith tersebut.
ALDERA NEWS | Berani Tajam Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi