ALDERA NEWS – SURABAYA
Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur periode 2018–2024 semakin intens dan meluas. Tak hanya fokus di pusat, tim penyidik kini mulai menelusuri hingga ke level bawah dengan mendatangi langsung daerah guna mempercepat pemeriksaan saksi.
Pada Kamis, 16 April 2026, tim penyidik KPK menggelar pemeriksaan di Mapolres Bangkalan. Lokasi ini dipilih untuk memudahkan akses para saksi dari dua wilayah, yakni Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang. Sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB, para saksi tampak berdatangan secara bergantian untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.
Pemeriksaan berlangsung intens dengan durasi yang cukup panjang. Para penyidik menggali keterangan secara mendalam guna mengurai aliran dana hibah yang diduga bermasalah. Situasi di lokasi pun terlihat tertutup, dengan pengamanan ketat selama proses pemeriksaan berlangsung.
Menariknya, saksi yang dipanggil kali ini bukan berasal dari kalangan elite politik. Sebagian besar merupakan ketua dan anggota kelompok masyarakat (pokmas) yang selama ini diduga menjadi ujung tombak penyaluran dana hibah di tingkat bawah.
Dalam skema yang tengah didalami, pokmas disebut-sebut berada di bawah koordinasi pihak tertentu di lapangan. Mereka diduga berperan sebagai perantara distribusi anggaran yang rawan disalahgunakan. Bahkan, sejumlah koordinator lapangan (korlap) yang menaungi pokmas ini sebelumnya telah lebih dulu diperiksa oleh penyidik di Gedung Merah Putih KPK beberapa waktu lalu.
Langkah ini mengindikasikan strategi penyidikan yang sistematis dan terstruktur. KPK tampak berupaya membongkar pola distribusi dana hibah dari level terbawah terlebih dahulu, sebelum mengarah pada pihak-pihak yang memiliki kendali lebih besar di atasnya.
Dengan pendekatan ini, penyidik berharap dapat memetakan secara utuh aliran dana, termasuk mengidentifikasi siapa saja pihak yang diduga berperan dalam praktik penyelewengan tersebut. Tidak menutup kemungkinan, hasil pemeriksaan di daerah akan menjadi pintu masuk untuk mengembangkan kasus ke level yang lebih tinggi.
Kasus dugaan korupsi dana hibah ini sendiri telah menjadi perhatian publik karena nilainya yang besar serta melibatkan jaringan distribusi yang luas. KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan akuntabel.
Pengusutan yang kini menyasar hingga akar rumput menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan juga akan menjerat aktor utama di balik skema tersebut.
Aldera News – berani, tajam, terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi