SAMPANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang kembali tercoreng. Bangunan SDN Rongtengah 5 yang berada di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, roboh total pada Senin pagi (30/03/2026).
Peristiwa ini menjadi sorotan serius, karena mencerminkan buruknya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan yang telah berdiri puluhan tahun namun diduga minim perawatan.
Gedung sekolah tersebut dilaporkan ambruk akibat kondisi konstruksi yang sudah tua dan rapuh, sehingga tidak lagi mampu menopang beban atap. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Pihak sekolah sebelumnya telah mengosongkan ruangan karena dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Peringatan Diabaikan, Bangunan Akhirnya Ambruk
Umar, Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia menilai robohnya gedung ini merupakan akibat langsung dari kelalaian pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Sampang.
Menurutnya, beberapa bulan sebelum kejadian, pihaknya sudah memberikan peringatan terkait kondisi bangunan yang kritis. Namun, tidak ada langkah nyata dari pihak terkait.
> “Kami sudah berkali-kali mengingatkan. Tapi tidak ada tindakan. Ini bukti lemahnya kepedulian terhadap dunia pendidikan,” tegas Umar.
Ia juga menyayangkan sikap Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan yang dinilai tidak responsif terhadap laporan tersebut, meski sekolah itu dikenal telah melahirkan banyak siswa berprestasi.
Komunikasi Diabaikan, Respons Pemerintah Dipertanyakan
Umar menjelaskan bahwa selain melalui pemberitaan media, pihaknya juga telah mencoba melakukan komunikasi langsung melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Dinas Pendidikan. Namun upaya tersebut tidak mendapat tanggapan.
Hal ini dinilai sebagai bentuk rendahnya responsivitas pejabat publik dalam menangani persoalan krusial, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan siswa.
Janji Politik Dipertanyakan
KWI juga menyoroti janji politik pimpinan daerah yang sebelumnya berkomitmen memprioritaskan sektor pendidikan.
Ambruknya sekolah di wilayah pusat kota justru memperlihatkan sebaliknya. Umar menilai, jika sekolah di pusat kota saja terabaikan, maka kondisi sekolah di daerah pelosok berpotensi jauh lebih memprihatinkan.
Desak Perbaikan Cepat, Jangan Sampai Terulang
KWI mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang segera mengambil langkah cepat untuk membangun kembali ruang kelas yang roboh.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan serta menjamin keamanan seluruh warga sekolah agar tidak lagi dihantui rasa takut terhadap kondisi bangunan yang tidak layak.
Menutup pernyataannya, Umar menegaskan komitmen KWI untuk terus mengawal kasus ini hingga ada realisasi nyata dari pemerintah.
> “Kami akan terus mengawasi penggunaan anggaran pendidikan agar tepat sasaran. Jangan sampai anak-anak harus mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan pendidikan,” pungkasnya.
ALDERA NEWS — TAJAM, AKTUAL, DAN TERPERCAYA
( Redaksi)
Editor : Redaksi