Lampung — Pelarian Bahroni, pelaku utama penembakan terhadap Brigadir Anumerta Arya Supena, akhirnya berakhir tragis. Residivis kasus jambret tahun 2018 itu ditembak mati oleh tim gabungan aparat kepolisian saat penggerebekan di kawasan Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Operasi penangkapan tersebut melibatkan personel gabungan dari Polda Lampung, Intel Brimob Polda Lampung, Polres Lampung Timur, serta Polres Pesawaran. Bahroni diketahui merupakan eksekutor yang menembak Brigadir Anumerta Arya Supena hingga gugur saat menjalankan tugas.
Menurut informasi yang dihimpun, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas terukur lantaran pelaku dianggap membahayakan petugas saat proses penyergapan berlangsung. Situasi di lokasi sempat menegangkan karena pelaku berusaha melawan ketika hendak diamankan.
Sementara itu, satu pelaku lainnya bernama Hamli (27), yang berperan sebagai joki atau pengendara motor saat aksi kejahatan dilakukan, lebih dahulu diringkus aparat di wilayah Jabung, Lampung Timur, pada Senin (11/5/2026). Dalam proses penangkapan, Hamli juga dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena mencoba melarikan diri.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mapolda Lampung menjelaskan, usai melakukan aksi penembakan terhadap Brigadir Arya Supena, kedua pelaku sempat melarikan diri menuju rumah Hamli di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Di lokasi persembunyian tersebut, keduanya diduga mengubur senjata api milik Brigadir Arya Supena yang sebelumnya dirampas oleh Bahroni dan kemudian digunakan untuk menembak anggota Satintelkam Polda Lampung tersebut.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian publik lantaran aksi pelaku sempat membuat geger masyarakat dan viral di media sosial. Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya kedua pelaku berhasil ditemukan.
Keberhasilan operasi gabungan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku kriminal, khususnya komplotan pencurian kendaraan bermotor yang selama ini meresahkan warga. Kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan bersenjata yang membahayakan nyawa masyarakat maupun aparat penegak hukum.
Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi