x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

HINCA PANJAITAN MENGAMUK DI DPR! BONGKAR DUGAAN SKENARIO LICIK OKNUM JAKSA, “INTIMIDASI HALUS PAKAI ROTI” JADI SOROTAN

Avatar Redaksi

Info Publik

Jakarta, ALDERA NEWS — Suasana rapat di Komisi III DPR RI mendadak berubah panas dan penuh ketegangan. Anggota DPR RI, Hinca Panjaitan, meluapkan kemarahannya secara terbuka dalam forum resmi, menyoroti dugaan praktik tak patut yang menyeret nama institusi penegak hukum.

 

Dengan nada tinggi dan gestur tegas, Hinca bahkan sempat menggebrak meja sembari mengangkat sebuah surat resmi yang ia klaim berasal dari Kejaksaan Republik Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menilai telah terjadi penyimpangan serius yang tidak hanya mencederai hukum, tetapi juga nilai keadilan dan moral.

 

“Jangan main-main dengan hukum! Ini bukan sekadar administrasi, ini menyangkut keadilan yang sesungguhnya,” tegasnya di hadapan peserta sidang.

 

Menurut Hinca, terdapat indikasi kuat adanya upaya manipulasi status hukum seorang warga bernama Amsal. Ia menyebut, keputusan yang seharusnya bersifat final justru ditunda dengan dalih yang dinilai tidak berdasar. Hal ini, kata dia, bukan hanya pelanggaran prosedur, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap hak asasi manusia.

 

Lebih jauh, Hinca juga menyinggung aspek budaya yang dianggap telah diabaikan. Ia mencontohkan masyarakat Karo yang memiliki tradisi sakral ketika seseorang telah dibebaskan dari permasalahan hukum.

 

“Dalam budaya Karo, seseorang yang telah bebas punya kewajiban moral kembali ke orang tuanya, mencium tangan mereka, dan menginjakkan kaki di rumah sebagai simbol pemulihan. Tapi ini ditahan—ditunda tanpa alasan jelas. Ini tidak manusiawi,” ujarnya dengan nada geram.

 

Namun, bagian yang paling menyita perhatian publik adalah saat Hinca membongkar dugaan bentuk intimidasi yang disebutnya sebagai “halus tapi berbahaya”. Ia menyoroti praktik pemberian makanan kepada tahanan—yang sekilas tampak sebagai tindakan kemanusiaan—namun diduga memiliki motif tersembunyi.

 

“Intimidasi paling berbahaya itu bukan yang kasar, tapi yang halus. Diberi iming-iming, dibujuk dengan cara lembut, seperti roti brownies itu. Seolah baik, padahal ada maksud agar tahanan diam dan tidak bersuara,” ungkapnya tajam.

 

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi beragam di ruang sidang. Sejumlah anggota dewan terlihat terkejut, sementara yang lain mulai mempertanyakan transparansi dalam sistem pemasyarakatan.

 

Hinca pun mendesak agar pengawasan internal segera dilakukan secara menyeluruh. Ia meminta Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) turun langsung untuk mengaudit kondisi di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, yang diduga menjadi lokasi praktik tersebut.

 

“Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap hukum akan runtuh. Ini bukan hanya soal satu orang, tapi soal wajah keadilan kita,” pungkasnya.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan nasional dan membuka kembali diskusi publik terkait integritas aparat penegak hukum serta perlunya reformasi menyeluruh di tubuh institusi hukum di Indonesia.

 

Publik pun menanti langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan praktik yang dinilai mencoreng keadilan tersebut.

 

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 01:17 WIB | Peristiwa

Lomba Mewarnai Warnai Semarak Posyandu Ceria, Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita Digelar di Kaza Mall

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kegiatan Posyandu Ceria yang dirangkai dengan lomba mewarnai berlangsung meriah di Kaza Mall, Surabaya. Kegiatan yang digelar di l ...
Minggu, 13 Sep 2026 01:01 WIB | Info Publik

DLH Surabaya Turun ke Kali Seng, Trash Boom Dipasang dan Warga Diajak Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali Seng yang berada di kawasan perbatasan K ...
Minggu, 13 Sep 2026 00:05 WIB | Info Publik

Tiga Pilar Simokerto Patroli Skala Besar Tengah Malam, Titik Rawan dan Gengster Jadi Sasaran

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran tiga pilar Kecamatan Simokerto, Surabaya. Patroli skala besar ...
Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB | Peristiwa

Petunjuk P-19 Buka Babak Baru, Penyidik Polrestabes Surabaya Dalami Dugaan Pencabulan 2019

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan kasus dugaan pencabulan yang terjadi pada 2019 kembali memasuki tahap pendalaman. Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes S ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Peristiwa

Kejar-kejaran di Jalan Kenjeran, Pemuda Surabaya Dibekuk Bawa 3.000 Pil Y

SURABAYA | ALDERA NEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial AS (23) yang diduga terlibat d ...
Sabtu, 12 Sep 2026 09:03 WIB | Peristiwa

PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu, Dobrak Stigma dan Dorong Generasi Jurnalistik Madura

SURABAYA | ALDERA NEWS – Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan k ...