Mahasiswa ITS Digendam Brutal di Surabaya, Motor dan Ponsel Raib Digasak Pelaku

Reporter : Redaksi

ALDERA NEWS – SURABAYA

 

Aksi kejahatan jalanan dengan modus gendam kembali memakan korban. Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) asal Karawang berinisial NA (20) menjadi sasaran pelaku saat melintas di kawasan Surabaya, Sabtu malam (18/4/2026).

 

Peristiwa ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di depan Kantor PMI Karang Menjangan dan sekitar Kampus B Universitas Airlangga. Korban yang saat itu dalam perjalanan menuju Masjid ITS usai menjemput temannya dari Bandara Juanda, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal.

 

Menurut keterangan korban, pelaku berjumlah empat orang dan menggunakan modus tuduhan palsu untuk menekan psikologis korban. Mereka menuding NA terlibat dalam sebuah perkelahian yang menyebabkan kerabat mereka dirawat di RSUD Dr. Soetomo.

 

“Awalnya kami dicegat satu motor berisi dua orang. Cara bicaranya seperti logat Jawa, tapi agak mirip Madura,” ungkap NA saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

 

Situasi semakin tidak kondusif ketika korban dipisahkan dari rekannya. NA digiring ke area depan Kantor PMI, sementara kendaraannya ditahan oleh pelaku. Dalam kondisi tertekan, korban diminta menyerahkan ponsel serta dokumen kendaraan, termasuk fotokopi STNK.

 

Ironisnya, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi tidak menaruh curiga. Mereka mengira kejadian tersebut merupakan urusan penagihan kendaraan oleh debt collector.

 

Saat korban mencoba mempertahankan kunci motornya, pelaku mulai bertindak kasar. NA mengaku mengalami kekerasan fisik berupa tamparan hingga pemukulan.

 

“Saya sempat mencoba melarikan diri, tapi langsung dipukuli sampai terjatuh. Meski begitu, saya tetap berusaha mempertahankan kunci motor,” jelasnya.

 

Namun nahas, para pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dengan membawa satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban, beserta ponsel dan sejumlah dokumen penting.

 

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini tengah ditangani oleh Polrestabes Surabaya. Aparat diharapkan segera mengungkap identitas serta menangkap para pelaku yang meresahkan masyarakat tersebut.

 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan di malam hari, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Modus tuduhan palsu disertai intimidasi masih kerap digunakan pelaku kejahatan untuk melumpuhkan korban secara mental sebelum melakukan aksi.

 

Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru