PASURUAN | ALDERA NEWS – Aksi kriminal jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Pasuruan akhirnya berhasil dihentikan. Tim Buser Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota berhasil membekuk tiga anggota komplotan begal yang dikenal nekat dan kerap mengincar perempuan pengendara sepeda motor.
Dalam proses penangkapan, seorang pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur di bagian kaki setelah berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri saat akan diamankan.
Ketiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial S, SU, dan MI, warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa S dan SU merupakan pasangan suami istri yang diduga telah berulang kali melakukan aksi pembegalan di wilayah Pasuruan Selatan hingga Kota Pasuruan bersama rekannya.
Proses penangkapan berlangsung di rumah masing-masing pelaku pada pekan lalu. Aksi penggerebekan tersebut terekam dalam video amatir petugas yang memperlihatkan upaya aparat saat mengamankan para tersangka tanpa memberi ruang untuk melarikan diri.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Ully menjelaskan, ketiga pelaku merupakan target operasi setelah polisi melakukan penyelidikan intensif berdasarkan sejumlah laporan masyarakat dan hasil pengembangan di lapangan.
«"Ketiga pelaku berinisial S, SU, dan MI telah kami amankan dan saat ini menjalani proses hukum," ujar AKBP Titus Yudho Ully dalam konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (30/6/2026).»
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku memiliki pola yang sama dalam menjalankan aksinya. Mereka memburu perempuan yang mengendarai sepeda motor seorang diri, terutama pengguna Honda Beat dan Honda Vario, yang dianggap lebih mudah dijadikan sasaran.
Setelah menemukan target, para pelaku membuntuti korban hingga lokasi yang dinilai sepi. Dengan mengandalkan senjata tajam, mereka kemudian menghentikan korban secara paksa dan merampas sepeda motor beserta barang berharga milik korban.
Yang lebih memprihatinkan, komplotan ini dikenal sangat brutal. Mereka tidak segan melukai korban apabila dianggap melawan atau berusaha mempertahankan kendaraannya.
Dalam salah satu aksi yang berhasil diungkap penyidik, seorang korban bahkan mengalami luka bacok akibat sabetan celurit, meskipun korban telah menyerahkan sepeda motornya kepada para pelaku. Tindakan tersebut menunjukkan tingkat kekerasan yang dilakukan komplotan ini demi memastikan aksinya berjalan tanpa hambatan.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini disambut lega oleh masyarakat. Polisi juga telah mengembalikan sejumlah sepeda motor hasil kejahatan kepada para pemiliknya sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada korban.
Saat ini, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan pelaku yang lebih luas.
Polres Pasuruan Kota mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya ketika melintas di jalan yang sepi atau pada malam hari. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun menjadi korban tindak kriminal.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi