SURABAYA | ALDERA NEWS – Aksi penipuan digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali terjadi di Kota Surabaya. Seorang pemuda asal Kutai, Kalimantan Timur, berinisial AY (25), berhasil diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan penipuan bermodus QRIS palsu di sebuah toko kelontong kawasan Bulak Banteng Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Pelaku yang diketahui sedang merantau dan tidak memiliki pekerjaan tetap itu nekat menjalankan aksinya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan hanya bermodalkan sebuah smartphone, AY disebut mampu mengelabui korban hingga mengalami kerugian jutaan rupiah.
Korban dalam perkara ini diketahui berinisial MRN (35), pemilik toko kelontong yang menjadi sasaran aksi licik pelaku. Modus yang digunakan tergolong baru dan cukup rapi karena memanfaatkan teknologi AI untuk membuat tampilan bukti transaksi QRIS palsu seolah-olah pembayaran benar-benar berhasil dilakukan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa pelaku memang sengaja memanfaatkan kelengahan penjaga toko saat melakukan transaksi tarik tunai.
“Pelaku menggunakan Artificial Intelligence atau AI untuk membuat bukti QRIS palsu agar terlihat meyakinkan di hadapan korban,” ujar Iptu Suroto saat memberikan keterangan.
Menurutnya, pelaku datang ke toko dengan berpura-pura melakukan transaksi pembayaran melalui QRIS. Setelah itu, AY menunjukkan bukti transfer palsu kepada penjaga toko dan meminta uang tunai dengan alasan transaksi telah berhasil dilakukan.
Karena kurang teliti memeriksa mutasi rekening ataupun notifikasi pembayaran yang masuk, karyawan toko akhirnya menyerahkan uang tunai kepada pelaku. Dari situlah AY berhasil membawa kabur uang korban secara bertahap hingga mencapai nominal jutaan rupiah.
“Target utama pelaku adalah karyawan toko yang tidak mengecek secara detail apakah dana benar-benar masuk ke rekening atau tidak,” jelas Suroto.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi para pelaku usaha, khususnya pemilik toko kelontong, UMKM, maupun kasir minimarket agar tidak mudah percaya hanya pada tangkapan layar atau bukti transfer yang ditunjukkan pelanggan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan dana benar-benar masuk ke rekening tujuan sebelum menyerahkan barang maupun uang tunai kepada pembeli. Di era digital saat ini, modus penipuan semakin berkembang dan memanfaatkan teknologi modern untuk mengelabui korban.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya aksi serupa di lokasi lain. Tidak menutup kemungkinan AY telah melakukan modus yang sama di sejumlah tempat berbeda selama berada di Surabaya.
Aparat kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap kejahatan berbasis digital yang kini semakin marak terjadi. Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan elektronik yang memanfaatkan celah kelengahan korban.
Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan menjadi pelajaran penting bahwa kecanggihan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga bisa disalahgunakan untuk tindak kriminal apabila tidak diimbangi kewaspadaan masyarakat.
ALDERA NEWS
Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi