Surabaya – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kota Surabaya. Seorang pria berinisial DBP (39), warga Putat Jaya Lebar, Sawahan, berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal usai terlibat dalam kasus begal yang menyasar seorang perempuan muda di kawasan Darmo Permai.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 2 April 2026, sekitar pukul 00.05 WIB. Korban, IN (28), yang merupakan seorang ibu muda asal Putat Gede Barat, menjadi sasaran pelaku saat melintas sendirian di Jalan Raya Darmo Permai III yang saat itu dalam kondisi sepi.
Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Ipda Andrianto, mengungkapkan bahwa pelaku bukanlah residivis dan baru pertama kali terlibat tindak pidana. Namun, tekanan ekonomi disebut menjadi alasan utama yang mendorong pelaku nekat melakukan aksi kriminal tersebut.
“Pelaku ini bukan residivis. Ini pertama kalinya dia melakukan tindak kejahatan. Motifnya karena faktor ekonomi. Sementara satu pelaku lain berinisial NR saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Andrianto menjelaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian karena merupakan satu-satunya aksi begal dengan menggunakan senjata tajam di wilayah Sukomanunggal sepanjang tahun 2026 hingga bulan April.
“Sejak awal tahun hingga April ini, baru kali ini kami menangani kasus begal yang menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban,” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kedua pelaku telah berkeliling sejak malam hari menggunakan sepeda motor untuk mencari target. Mereka sempat melintas ke arah kawasan Pemkot Surabaya sebelum akhirnya menemukan korban di lokasi kejadian.
Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M. Akhyar, menjelaskan bahwa pelaku melihat korban yang berkendara seorang diri dan langsung menjadikannya target karena kondisi jalan yang lengang.
“Pelaku berangkat sekitar pukul 19.00 WIB dari tempat kos. Mereka berkeliling mencari sasaran hingga akhirnya melihat korban di Darmo Permai. Situasi yang sepi dimanfaatkan untuk melancarkan aksi,” jelasnya.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya perempuan yang berkendara sendiri pada malam hari, untuk lebih berhati-hati. Warga diminta menghindari jalan sepi dan menyimpan barang berharga di tempat aman.
“Jika merasa diikuti atau dibuntuti, segera cari tempat ramai atau kantor polisi terdekat. Masyarakat juga bisa menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110,” tegas Andrianto.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman nyata, terutama pada jam-jam rawan. Kepolisian pun memastikan akan terus meningkatkan patroli dan upaya preventif guna menjaga keamanan wilayah.
Aldera News – berani tajam terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi