JAKARTA | ALDERA NEWS – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika lintas negara. Kali ini, aparat berhasil membongkar aktivitas jaringan narkotika yang diduga terhubung antara Malaysia dan Medan dengan mengamankan seorang pria berinisial MH (31) yang diduga berperan sebagai kurir.
Penangkapan dilakukan di kawasan Manhattan Times Square, Kota Medan, Sumatera Utara, setelah petugas memperoleh informasi dan melakukan serangkaian penyelidikan terhadap aktivitas jaringan tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 9.162 butir pil ekstasi, pecahan pil ekstasi seberat 68 gram, serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dengan jaringan pengedar.
Barang bukti itu kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut sekaligus menjadi dasar pengembangan guna mengungkap mata rantai peredaran narkotika yang lebih luas.
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka MH mengaku nekat menerima tawaran untuk mengambil paket narkotika dari seseorang yang dikenalnya bernama Yuki. Ia berdalih sedang tidak memiliki pekerjaan dan mengalami kesulitan ekonomi sehingga tergiur oleh imbalan yang dijanjikan.
Menurut pengakuannya kepada penyidik, ia dijanjikan upah sebesar Rp700 ribu apabila berhasil mengantarkan paket tersebut. Bahkan, sebelum menjalankan aksinya, tersangka telah menerima uang muka sebesar Rp300 ribu dari orang yang merekrutnya.
Namun, rencana tersebut gagal total setelah tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka beserta seluruh barang bukti sebelum narkotika itu sempat diedarkan kepada para pemesan.
Bareskrim Polri menegaskan bahwa penangkapan ini bukan akhir dari pengungkapan kasus. Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi peran setiap pihak yang terlibat, termasuk memburu sosok yang diduga menjadi pengendali jaringan serta bandar utama di balik peredaran narkotika tersebut.
Polri juga memastikan akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap jaringan narkotika internasional yang berupaya menjadikan Indonesia sebagai pasar maupun jalur distribusi barang haram.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan berupah besar tanpa kejelasan, karena tidak sedikit jaringan narkotika yang memanfaatkan kondisi ekonomi seseorang untuk merekrut kurir. Kepedulian masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat penegak hukum juga menjadi salah satu kunci penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.
ALDERA NEWS – Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi