SURABAYA | ALDERA NEWS – Kasus penjambretan yang menewaskan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Surabaya akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah melakukan penyelidikan intensif, jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi kriminal yang merenggut nyawa Widya Riskyanti (28), staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya II.
Informasi penangkapan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun media sosial Kapolrestabes Surabaya. Dalam video singkat yang beredar, tampak terduga pelaku telah diamankan petugas dan menjalani perawatan medis dengan pengamanan ketat.
Pelaku diketahui masih berusia 22 tahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ia diduga berperan sebagai pengendara motor atau joki saat aksi penjambretan berlangsung di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Sementara itu, pelaku lain yang diduga menjadi eksekutor utama masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Pihak kepolisian memastikan proses pengembangan kasus terus dilakukan guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terduga pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan aksi kejahatan jalanan. Selain kasus penjambretan, pelaku juga disebut pernah terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang diduga digunakan pelaku. Informasi yang dihimpun menyebut pelaku merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman dalam perkara serupa.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena korban merupakan seorang ASN yang dikenal aktif bekerja dan masih berusia muda.
Diketahui sebelumnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (2/6) sekitar pukul 17.35 WIB di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di belakang area Grand City Surabaya.
Saat kejadian, korban ditemukan tergeletak di lokasi dengan masih mengenakan seragam batik Korpri. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat menjalani penanganan medis intensif.
Namun setelah berjuang selama beberapa hari, Widya Riskyanti dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (5/6) sore di RSU Dr. Soetomo Surabaya.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap maraknya aksi kriminal jalanan yang membahayakan keselamatan warga. Masyarakat berharap pengungkapan kasus dilakukan secara menyeluruh dan pelaku yang masih buron segera berhasil ditangkap agar memberikan rasa aman serta keadilan bagi keluarga korban.
Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa pengejaran terhadap satu pelaku lain masih terus berlangsung dan meminta dukungan masyarakat agar proses penegakan hukum berjalan maksimal.
ALDERA NEWS | Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi