SURABAYA | ALDERA NEWS – Praktik penyewaan senjata tajam (sajam) untuk aksi tawuran antargeng terungkap di Surabaya. Modus tersebut terbongkar setelah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menginterogasi salah satu pelaku gangster yang diamankan polisi.
Dalam video interogasi yang beredar di media sosial, pelaku yang mengenakan kaos oranye dan celana pendek merah mengaku tergabung dalam Geng Allstar. Ia juga mengaku kelompoknya terlibat tawuran dengan Geng CIU.
Saat ditanya mengenai kelompoknya, pelaku bahkan mengaku Allstar menang dalam tawuran tersebut.
Kombes Pol Luthfie kemudian memberikan teguran keras kepada pelaku. Ia mempertanyakan sikap pelaku yang justru mengakui keunggulan kelompok lawan dalam aksi tawuran.
Namun, pengungkapan tersebut tidak berhenti pada keterlibatan pelaku dalam tawuran. Polisi juga menemukan fakta bahwa senjata tajam yang digunakan ternyata bukan milik pribadi.
Sajam Disewakan Rp50 Ribu per Malam
Dalam video tersebut, Kombes Luthfie mengungkap bahwa senjata tajam jenis celurit atau corong yang digunakan untuk tawuran diperoleh dengan cara disewa.
Tarif sewanya disebut mencapai Rp50 ribu untuk satu malam. Jika digunakan selama dua malam, biayanya menjadi Rp100 ribu.
Temuan ini menunjukkan adanya dugaan praktik penyewaan sajam yang dimanfaatkan untuk mendukung aksi tawuran antargeng.
Kombes Luthfie menegaskan, kepolisian tidak hanya akan menindak pelaku yang tertangkap saat berada di jalan.
Pengajak Tawuran di Media Sosial Juga Diburu
Kapolrestabes Surabaya memberikan peringatan kepada anggota gangster maupun pihak yang menggunakan media sosial untuk mengajak orang lain berkumpul dan melakukan tawuran.
Menurutnya, pihak yang mengunggah konten ajakan berkelahi juga akan menjadi bagian dari penindakan kepolisian.
Polisi juga meminta seorang pelaku bernama Farhan Denis Putra yang disebut masih dalam pencarian agar segera menyerahkan diri kepada aparat.
Mengaku Bekerja di Proyek Bangunan di Bali
Dalam pemeriksaan tersebut, pelaku juga mengaku bekerja sebagai pekerja proyek bangunan di Bali. Ia menyebut sedang menjalani cuti ketika terlibat dalam aksi gangster.
Polrestabes Surabaya hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk mereka yang terekam mengunggah konten ajakan tawuran.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, untuk bersama-sama mencegah aksi tawuran serta segera melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
ALDERA NEWS – BERANI TAJAM TERPERCAYAKalau abang mau
( Junaidi)
Editor : Redaksi