Bukan Sekadar Pembinaan, Lapas Narkotika Langkat Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat 5.000 Lele dan Ternak Kambing

Reporter : Redaksi

LANGKAT | ALDERA NEWS – Komitmen mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat. Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, program tersebut juga diarahkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

 

Langkah konkret itu ditandai dengan pelepasan sebanyak 5.000 bibit ikan lele ke kolam sistem bioflok serta penambahan 8 ekor kambing di area Peternakan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (17/9/2026).

 

Kegiatan yang dipusatkan di area peternakan kambing SAE dan kolam perikanan brandgang Lapas Narkotika Langkat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Robinson Perangin Angin.

 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat struktural dan staf, di antaranya Ka. KPLP, Kepala Seksi Giatja, Kepala Seksi Kamtib, Kepala Seksi Binadik, Kasubbag Tata Usaha, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolah Hasil Kerja, Kepala Regu Pengamanan (Karupam), serta jajaran staf kegiatan kerja.

 

Robinson mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen jajaran Lapas Narkotika Langkat dalam mendukung program prioritas pemerintah dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.

 

“Pelepasan 5.000 bibit lele dan penambahan 8 ekor kambing ini merupakan bentuk dukungan penuh kami terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Robinson.

 

Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.

 

Melalui program tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan praktis di bidang perikanan dan peternakan. Mulai dari pengelolaan kolam bioflok, pemeliharaan ikan, hingga perawatan serta pengembangan ternak kambing.

 

“Melalui pemanfaatan lahan di area SAE dan brandgang ini, kami membekali para warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan dan budidaya perikanan. Harapannya, ilmu dan keahlian yang didapat di sini menjadi bekal positif yang bernilai ekonomis ketika mereka selesai menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat,” jelasnya.

 

Sistem bioflok dipilih dalam budidaya 5.000 bibit lele karena dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan air. Dengan pengelolaan yang baik, sistem tersebut diharapkan dapat mendukung hasil budidaya sekaligus menjadi media pembelajaran bagi warga binaan.

 

Sementara itu, penambahan delapan ekor kambing di area SAE diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan sektor peternakan secara berkelanjutan di lingkungan Lapas Narkotika Langkat.

 

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelepasan bibit ikan maupun penambahan ternak, tetapi terus dikembangkan melalui proses perawatan, pembinaan, produksi hingga pemanfaatan hasilnya.

 

Dengan demikian, program ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan kemandirian warga binaan. Bekal keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi modal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

 

ALDERA NEWS

BERANI TAJAM TERPERCAYA

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru