ALDERA NEWS – Lionel Messi kembali menunjukkan mengapa namanya selalu ditempatkan di jajaran pesepak bola terbaik sepanjang sejarah. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu bukan hanya menjadi inspirasi kemenangan, tetapi juga terus menorehkan rekor demi rekor yang mengukuhkan statusnya sebagai legenda hidup sepak bola dunia.
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina kontra Mesir berlangsung penuh drama dan emosi. Sempat tertinggal dua gol lebih dahulu, Argentina memperlihatkan mental juara dengan melakukan comeback luar biasa hingga akhirnya menang 3-2 dan memastikan satu tiket ke babak perempat final.
Mesir tampil percaya diri sejak peluit awal dibunyikan. Tim berjuluk Pharaohs itu sukses mengejutkan Argentina melalui gol Y. Ibrahim pada menit ke-15 yang membawa Mesir unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Mesir kembali membuahkan hasil. M. Ziko menggandakan keunggulan pada menit ke-67 sehingga Argentina tertinggal 0-2. Kondisi tersebut membuat para pendukung Albiceleste sempat diliputi kekhawatiran.
Namun, saat berada dalam tekanan, pengalaman dan kualitas para pemain Argentina berbicara.
Kebangkitan dimulai pada menit ke-79 melalui sundulan Cristian Romero yang memanfaatkan umpan matang dari Lionel Messi. Gol tersebut membakar semangat Argentina untuk terus menekan pertahanan Mesir.
Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-83, Lionel Messi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin tim. Sang kapten berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui penyelesaian akhir yang tenang dan akurat, membuat pertandingan kembali hidup.
Drama mencapai puncaknya saat laga memasuki masa injury time. Pada menit ke-90+3, Enzo Fernández mencetak gol kemenangan yang memastikan Argentina membalikkan keadaan menjadi 3-2. Gol tersebut sekaligus mengunci langkah Albiceleste ke babak berikutnya setelah melakukan comeback yang luar biasa.
Di balik kemenangan dramatis tersebut, Lionel Messi kembali mencatatkan sejarah baru. Assist yang diberikannya untuk gol Cristian Romero menjadi assist ke-9 Messi di putaran final Piala Dunia, menjadikannya pemain dengan jumlah assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Catatan tersebut membuat Messi melampaui rekor legenda Argentina, Diego Maradona, yang sebelumnya mengoleksi delapan assist di ajang Piala Dunia.
Tidak berhenti sampai di situ, gol yang dicetak Messi juga menambah daftar pencapaian luar biasanya. Pemain berjuluk La Pulga itu kini tercatat selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, sebuah rekor yang semakin menegaskan konsistensinya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Messi juga kembali memecahkan rekor lain dengan menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur secara beruntun. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dirinya tetap tampil menentukan ketika tim membutuhkan sosok pemimpin di laga-laga krusial.
Meski usia tak lagi muda, performa Lionel Messi justru masih berada di level tertinggi. Visi bermain, akurasi umpan, kemampuan membaca pertandingan, hingga ketajamannya di depan gawang membuatnya tetap menjadi motor permainan Argentina.
Kemenangan dramatis atas Mesir bukan hanya mengantarkan Argentina melangkah ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi saksi lahirnya rekor-rekor baru yang semakin mempertegas warisan besar Lionel Messi dalam sejarah sepak bola dunia.
Gol Mesir:
- Y. Ibrahim (15')
- M. Ziko (67')
Gol Argentina:
- Cristian Romero (79')
- Lionel Messi (83')
- Enzo Fernández (90+3')
Skor Akhir: Argentina 3-2 Mesir.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( A.Z.mustopa)
Editor : Redaksi