x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

TERUNGKAP! Tiga Tahun Diduga Disekap dan Disiksa Tanpa Ampun, Rekonstruksi 21 Adegan Bongkar Dugaan Kekejaman Pelaku

Avatar Redaksi

Info Publik

BANDUNG | ALDERA NEWS – Kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang mengguncang publik kembali memasuki babak penting. Aparat kepolisian menggelar rekonstruksi untuk mengungkap secara rinci rangkaian tindakan kekerasan yang diduga dilakukan seorang pria berinisial Taufik Hidayat (30) terhadap Yuvita Tri Rezeki (29).

 

Rekonstruksi yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) memperagakan 21 adegan yang menggambarkan dugaan penyekapan serta penganiayaan selama kurang lebih tiga tahun. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam melengkapi berkas penyidikan sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya.

 

Demi alasan keamanan dan kelancaran penyidikan, reka ulang tidak dilakukan di lokasi kejadian sebenarnya. Seluruh adegan diperagakan di Gedung Direktorat PPA-PPO Polda Jawa Barat dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB itu dipimpin langsung oleh tim penyidik bersama jajaran kepolisian. Selama lebih dari tiga jam, tersangka memperagakan setiap adegan tanpa menyampaikan keberatan ataupun bantahan.

 

Penyidik menjelaskan, seluruh adegan merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi di empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bandung. Dugaan kekerasan paling berat disebut berlangsung dalam kurun waktu Mei 2024 hingga Juni 2026.

 

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi juga menghadirkan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat melakukan penganiayaan, di antaranya potongan kaki meja berbahan besi, helm, pisau, serta barang lainnya yang berkaitan dengan perkara.

 

Salah satu adegan yang diperagakan menunjukkan dugaan pemukulan berulang menggunakan helm ke arah kepala dan wajah korban. Berdasarkan hasil penyidikan, tindakan tersebut diduga mengakibatkan kerusakan serius pada salah satu mata korban hingga kehilangan fungsi penglihatan.

 

Pada adegan lainnya, tersangka juga memperagakan dugaan pemukulan menggunakan potongan kaki meja berbahan besi ke bagian wajah. Polisi menyebut benturan keras itu menyebabkan kondisi mata korban semakin parah hingga akhirnya mengalami kebutaan permanen.

 

Rekonstruksi juga memperlihatkan dugaan penganiayaan berulang pada bagian mulut dan wajah korban. Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami kerusakan pada gigi serta luka serius di area bibir. Kondisi itu diperparah karena korban diduga tidak pernah memperoleh perawatan medis selama berada dalam penyekapan.

 

Selain itu, penyidik turut memperagakan dugaan kekerasan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka di bagian lutut dan kepala belakang korban. Dugaan tindakan tersebut dilakukan ketika kondisi fisik korban sudah sangat lemah dan tidak mampu memberikan perlawanan.

 

Selama masa penyekapan, korban disebut beberapa kali dipindahkan ke lokasi berbeda pada dini hari menggunakan kendaraan umum maupun mobil sewaan. Berdasarkan hasil penyidikan, setiap perpindahan dilakukan dengan berbagai cara agar korban tidak menarik perhatian masyarakat.

 

Dalam konferensi pers, Direktur PPA-PPO Polda Jawa Barat menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar mengenai dugaan bibir korban digunting adalah tidak benar. Polisi memastikan tidak ditemukan fakta yang mendukung isu tersebut.

 

Menurut penyidik, kerusakan parah pada bibir korban merupakan dampak dari pukulan benda tumpul yang menyebabkan luka serius. Karena tidak mendapatkan pengobatan dalam waktu lama, luka tersebut mengalami infeksi sehingga kondisinya semakin memburuk.

 

Polisi juga memberikan klarifikasi terkait tato yang terdapat di tubuh korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, tato tersebut dibuat sebelum dugaan penyiksaan berat terjadi.

 

Penyidik menduga pelaku lebih dahulu membangun hubungan emosional dengan korban melalui manipulasi psikologis hingga korban bersedia membuat tato bergambar wajah pelaku beserta tulisan yang berkaitan dengan hubungan mereka.

 

Setelah itu, hubungan tersebut diduga berubah menjadi rangkaian kekerasan yang berujung pada penyekapan, penganiayaan, serta berbagai tindakan yang menyebabkan korban mengalami luka berat dan kehilangan penglihatan.

 

Hasil penyidikan sementara menyebut motif pelaku diduga dipicu oleh rasa cemburu berlebihan, temperamen yang tidak terkendali, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, serta tekanan ekonomi dari pekerjaannya sebagai penagih utang.

 

Kasus ini masih terus didalami oleh penyidik untuk mengungkap seluruh fakta, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana lain maupun pihak yang turut membantu selama proses penyekapan berlangsung.

 

Masyarakat pun berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban atas penderitaan panjang yang dialaminya.

 

 

 

ALDERA NEWS

 

Berani • Tajam • Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 01:17 WIB | Peristiwa

Lomba Mewarnai Warnai Semarak Posyandu Ceria, Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita Digelar di Kaza Mall

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kegiatan Posyandu Ceria yang dirangkai dengan lomba mewarnai berlangsung meriah di Kaza Mall, Surabaya. Kegiatan yang digelar di l ...
Minggu, 13 Sep 2026 01:01 WIB | Info Publik

DLH Surabaya Turun ke Kali Seng, Trash Boom Dipasang dan Warga Diajak Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali Seng yang berada di kawasan perbatasan K ...
Minggu, 13 Sep 2026 00:05 WIB | Info Publik

Tiga Pilar Simokerto Patroli Skala Besar Tengah Malam, Titik Rawan dan Gengster Jadi Sasaran

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran tiga pilar Kecamatan Simokerto, Surabaya. Patroli skala besar ...
Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB | Peristiwa

Petunjuk P-19 Buka Babak Baru, Penyidik Polrestabes Surabaya Dalami Dugaan Pencabulan 2019

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan kasus dugaan pencabulan yang terjadi pada 2019 kembali memasuki tahap pendalaman. Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes S ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Peristiwa

Kejar-kejaran di Jalan Kenjeran, Pemuda Surabaya Dibekuk Bawa 3.000 Pil Y

SURABAYA | ALDERA NEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial AS (23) yang diduga terlibat d ...
Sabtu, 12 Sep 2026 09:03 WIB | Peristiwa

PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu, Dobrak Stigma dan Dorong Generasi Jurnalistik Madura

SURABAYA | ALDERA NEWS – Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan k ...