x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

# OPINI MEMICU POLEMIK! Ketum KWI Desak Klarifikasi PWI Bogor: Jangan Bangun Stigma terhadap Wartawan Non-UKW

Avatar Redaksi

Info Publik

SURABAYA | ALDERA NEWS – Pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua PWI Kabupaten Bogor dalam kegiatan sosialisasi kepada para kepala desa mengenai verifikasi perusahaan pers, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dan mekanisme penyelesaian sengketa pers menuai gelombang kritik dari kalangan insan pers di berbagai daerah.

 

Salah satu tanggapan paling tegas datang dari Ketua Umum KWI (Komunitas Wartawan Indonesia), Umar. Ia menilai materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus mencederai kehormatan profesi wartawan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Menurut Umar, tidak boleh ada pihak, termasuk organisasi profesi, yang membangun opini seolah-olah wartawan yang belum memiliki sertifikat UKW atau bekerja di perusahaan pers yang belum terverifikasi Dewan Pers bukanlah wartawan yang sah atau tidak layak memperoleh pelayanan dari pejabat publik.

 

> "Pernyataan seperti itu sangat berbahaya. Jangan sampai kepala desa atau pejabat publik diarahkan untuk membedakan pelayanan terhadap wartawan hanya karena status UKW atau verifikasi media. Itu bukan amanat Undang-Undang Pers," tegas Umar, Minggu (12/7/2026).

 

 

 

Umar menegaskan bahwa Undang-Undang Pers tidak pernah menjadikan UKW sebagai syarat legal seseorang untuk menjalankan profesi jurnalistik. Menurutnya, UKW merupakan instrumen peningkatan kompetensi yang patut didukung, namun bukan dasar untuk menghapus hak konstitusional wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

Ia juga menjelaskan bahwa verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers merupakan program pembinaan administrasi dan profesionalisme perusahaan pers, bukan alat untuk menentukan legalitas sebuah media ataupun membatasi kemerdekaan pers sebagaimana dijamin dalam Pasal 4 Undang-Undang Pers.

 

Lebih lanjut, Umar menilai narasi yang berkembang dalam sosialisasi tersebut berpotensi melahirkan diskriminasi terhadap media yang belum mengikuti proses verifikasi serta menciptakan stigma negatif terhadap ribuan wartawan di Indonesia yang selama ini tetap bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

> "Jangan sampai masyarakat dibuat percaya bahwa wartawan tanpa UKW adalah wartawan ilegal. Itu pemahaman yang keliru dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik," ujarnya.

 

 

 

Ketua Umum KWI itu juga mengingatkan bahwa proses pidana terhadap seseorang tidak pernah ditentukan oleh kepemilikan sertifikat UKW. Menurutnya, proses hukum hanya dapat diterapkan apabila seseorang terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, seperti pemerasan, penipuan, atau kejahatan lainnya.

 

Atas dasar itu, Umar mendesak PWI Kabupaten Bogor segera memberikan klarifikasi kepada publik apabila terdapat pernyataan yang menimbulkan multitafsir dan berpotensi merendahkan profesi wartawan.

 

Ia kembali menegaskan bahwa UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak mengatur bahwa wartawan yang belum mengikuti UKW dapat dipidana ataupun kehilangan status profesinya. UKW, menurutnya, merupakan sarana peningkatan kualitas profesi, bukan syarat legalitas untuk menjadi wartawan.

 

Menutup pernyataannya, Umar mengajak seluruh organisasi pers di Indonesia untuk mengedepankan persatuan serta menjaga marwah profesi jurnalistik.

 

> "Pers membutuhkan persatuan, bukan saling menjatuhkan. Organisasi pers semestinya menjadi pelindung marwah profesi, bukan menciptakan stigma yang membuat wartawan dipandang rendah di mata masyarakat. Mari kembali pada Undang-Undang Pers, hormati Kode Etik Jurnalistik, dan bangun dunia pers yang profesional tanpa mengorbankan martabat sesama wartawan," pungkasnya.

 

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani • Tajam • Terpercay

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 15:43 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Jambore Mantri BRI 2026, Perkuat Peran Mantri dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM

SURABAYA | Aldera News - Mantri BRI memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:34 WIB | Info Publik

**KWI JABAR APRESIASI AKSI KEMANUSIAAN YAYASAN JAYA ARTASENA, PMI KUNINGAN KUMPULKAN 45 LABU DARAH**

**KUNINGAN | ALDERA NEWS** — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Yayasan Jaya A ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:04 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsangsa

Jakarta, 27 Oktober 2026* - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:00 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

Jakarta, 27 Oktober 2026* - PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih 2 (dua) Penghargaan ...
Rabu, 28 Okt 2026 12:56 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Jakarta, 25 Oktober 2026* - PT PLN (Persero) resmi menyatukan dua anak usahanya, yakni PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), ...
Rabu, 28 Okt 2026 12:55 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen melalui Program Ene

Jakarta, 24 Oktober 2026* – Dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menghadirkan program “Energi Berdikari” berupa diskon bia ...