Motor Hilang Belum Jelas, Keluarga Keluhkan Pelayanan Jatanras Polrestabes Surabaya: “Kami Sudah Capek Bolak-Balik”

Reporter : Redaksi

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Nawira Difa Adinda Maulina Puspita kembali dikeluhkan pihak keluarga.

 

Meski laporan telah masuk ke Polrestabes Surabaya melalui SPKT dan prosesnya ditangani Jatanras Idik 1 Satreskrim Polrestabes Surabaya, keluarga mengaku hingga kini masih menunggu kejelasan perkembangan perkara.

 

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/1371/VII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM. Dalam penanganan awal, perkara disebut ditangani oleh Indra Gunawan, S.H., sedangkan saat ini penanganannya berada pada PK Farit, penyidik Jatanras Idik 1.

 

Persyaratan Leasing Sudah Dipenuhi

 

Menurut keterangan keluarga, sebelumnya penyidik PK Farit meminta pihak korban melengkapi persyaratan dari leasing terkait sepeda motor yang hilang.

 

Atas petunjuk tersebut, keluarga kemudian berupaya mendapatkan dokumen yang diminta dari pihak leasing.

 

Persyaratan tersebut akhirnya berhasil diperoleh dan keterangan dari pihak leasing juga sudah didapatkan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

 

Namun, setelah persyaratan yang disebut diminta penyidik tersebut dipenuhi, keluarga mengaku masih belum mendapatkan kepastian mengenai langkah selanjutnya dalam penanganan perkara.

 

Kaperwil ALDERA NEWS Datang ke Polrestabes

 

Pada hari yang sama, Kaperwil Jatim ALDERA NEWS, Junaidi, turut mendatangi Polrestabes Surabaya untuk membantu keluarga mempertanyakan perkembangan laporan tersebut.

 

Namun, menurut keterangan Junaidi, komunikasi melalui WhatsApp maupun telepon belum mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.

 

Tak lama kemudian, pihak keluarga kembali menghubungi perwakilan media dan menyampaikan bahwa mereka menerima telepon dari PK Farit.

 

Dalam percakapan tersebut, menurut keterangan ibu Nawira, penyidik mempertanyakan mengapa dirinya tidak datang sendiri dan justru meminta orang lain untuk datang.

 

Ibu Nawira kemudian menjelaskan bahwa dirinya sudah merasa sangat lelah karena harus berulang kali datang ke Polrestabes Surabaya, termasuk ke ruang Jatanras Idik 1 lantai tiga.

 

“Saya Sudah Capek Bolak-Balik”

 

Menurut penuturan ibu Nawira, dirinya juga harus mempertimbangkan pekerjaan.

 

Ia mengaku sudah beberapa kali meminta izin meninggalkan pekerjaan untuk mengurus perkara anaknya.

 

> “Saya sudah capek bolak-balik ke Polrestabes. Saya juga sudah sering izin kerja. Kalau terus seperti ini, saya khawatir pekerjaan saya terganggu atau bahkan saya diberhentikan,” demikian keluhan ibu Nawira sebagaimana disampaikan kepada ALDERA NEWS.

 

 

 

Ia juga menyampaikan bahwa Nawira selama ini ikut membantu kebutuhan pendidikan adiknya.

 

Karena itu, keluarga berharap proses penanganan laporan tersebut tidak membuat mereka harus terus-menerus datang ke Polrestabes tanpa mendapatkan kepastian mengenai perkembangan perkara.

 

“Kami Hanya Meminta Kejelasan”

 

Keluarga menegaskan bahwa yang mereka harapkan bukan perlakuan khusus.

 

Mereka hanya meminta agar laporan kehilangan tersebut ditangani secara jelas dan sesuai prosedur.

 

Apalagi, menurut keterangan keluarga, sejumlah dokumen dan barang bukti pendukung disebut telah tersedia, di antaranya STNK, kunci kendaraan, serta rekaman CCTV yang berkaitan dengan peristiwa kehilangan.

 

Persoalannya kini adalah bagaimana perkembangan penyidikan setelah persyaratan yang diminta dari pihak leasing telah dipenuhi.

 

Keluarga mengaku semakin bingung karena sudah berulang kali datang, tetapi masih diminta menunggu tanpa memperoleh penjelasan yang dianggap cukup mengenai tahapan berikutnya.

 

Kapolrestabes Surabaya Diminta Evaluasi

 

Keluhan tersebut sekaligus menjadi pertanyaan terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Jika benar keluarga korban sudah memenuhi persyaratan yang diminta penyidik dan tetap belum memperoleh penjelasan yang jelas mengenai perkembangan perkara, di mana letak kendalanya?

 

Masyarakat yang kehilangan kendaraan tentu berharap mendapatkan pelayanan dan kepastian hukum, bukan justru merasa kelelahan karena harus berulang kali mendatangi kantor kepolisian.

 

Keluarga Nawira berharap Kapolrestabes Surabaya memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan memastikan komunikasi antara penyidik dengan pelapor berjalan dengan baik.

 

Jika memang terdapat kendala dalam proses penyidikan, keluarga berharap kendala tersebut disampaikan secara terbuka sehingga mereka memahami apa yang harus dilakukan.

 

Sebaliknya, jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, keluarga berharap perkara tersebut dapat segera mendapatkan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Jangan Sampai Pelapor Merasa Dipingpong

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan hanya soal menerima laporan, tetapi juga memberikan informasi perkembangan yang jelas, komunikasi yang baik, dan kepastian mengenai tahapan penanganan perkara.

 

Korban kehilangan sepeda motor sudah berada dalam posisi sulit.

 

Jangan sampai korban justru merasa semakin terbebani karena harus bolak-balik mencari informasi mengenai laporan yang telah dibuatnya sendiri.

 

ALDERA NEWS meminta pimpinan Polrestabes Surabaya memberikan perhatian dan melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya kekurangan dalam pelayanan maupun komunikasi penyidik kepada pelapor.

 

ALDERA NEWS juga memberikan ruang kepada PK Farit, Jatanras Idik 1, Satreskrim Polrestabes Surabaya maupun Kapolrestabes Surabaya untuk memberikan klarifikasi atas keluhan keluarga tersebut.

 

Sebab, publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang:

 

Jika persyaratan dari leasing sudah dipenuhi, bukti pendukung tersedia, dan laporan sudah masuk tahap penyidikan, lalu apa yang masih membuat keluarga korban harus terus menunggu?

 

ALDERA NEWS

Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru