ALDERA NEWS – SURABAYA
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Agus Sahat ST, S.H., M.H., mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) PERSAJA 2026 secara virtual bersama jajaran pejabat utama Kejati Jatim. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan penegakan hukum yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Pelaksanaan Munas yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini diikuti oleh Wakajati Jatim, Ketua Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) wilayah Jawa Timur, serta para pengurus dan pejabat struktural lainnya dari Ruang Rapat Kejati Jatim, Rabu (15/4/2026).
Mengusung tema besar “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”, forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat peran Kejaksaan dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia.
Acara dibuka langsung oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, yang juga bertindak sebagai Pelindung PERSAJA. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma di tubuh Kejaksaan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan kemajuan teknologi yang kian pesat.
“Integritas dan profesionalisme harus menjadi fondasi utama. Kejaksaan tidak boleh tertinggal dalam transformasi sistem hukum, termasuk dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan,” tegasnya.
Sebelum memasuki agenda utama, peserta Munas terlebih dahulu mengikuti sesi diskusi ilmiah yang menghadirkan akademisi terkemuka, yakni Prof. Dr. Widodo Dwi Putro dari Fakultas Hukum Universitas Mataram serta Dr. Danrivanto Budhijanto dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.
Dalam sesi tersebut, dibahas secara mendalam mengenai tantangan penegakan hukum di era digital, termasuk implikasi penggunaan artificial intelligence (AI) terhadap sistem peradilan dan keadilan substantif. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat teknologi kini berperan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hukum.
Munas PERSAJA 2026 juga diisi dengan agenda organisasi penting, mulai dari laporan pertanggungjawaban kinerja tahun 2025, evaluasi program kerja, hingga pergantian kepengurusan pusat.
Tak hanya itu, forum ini juga membuka ruang dialog lintas generasi, dengan melibatkan jaksa dari generasi X, Y, hingga Z. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat dalam menghadapi dinamika penegakan hukum ke depan.
Kehadiran Kajati Jatim beserta jajaran dalam Munas ini menunjukkan komitmen kuat Kejati Jawa Timur dalam mendukung penguatan institusi Kejaksaan Republik Indonesia yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Melalui forum nasional ini, PERSAJA diharapkan semakin solid sebagai organisasi profesi yang tidak hanya menjadi wadah komunikasi internal, tetapi juga berperan aktif memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan hukum nasional yang berkeadilan.
ALDERA NEWS
Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi