Surabaya — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya dalam mengubah wajah pasar tradisional di Kota Pahlawan. Sebanyak 15 pasar rakyat ditargetkan akan mengalami transformasi signifikan menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk aktivitas jual beli paling lambat tahun 2027.
Langkah ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus mengangkat daya saing pasar tradisional di tengah gempuran modernisasi.
Dalam tahap awal, terdapat lima pasar yang menjadi prioritas revitalisasi. Kelima pasar tersebut adalah Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, serta Pasar Simogunung.
Menurut Eri, perubahan ini dilakukan secara bertahap dengan fokus utama pada kebersihan, kenyamanan, serta penataan ulang area pasar agar lebih rapi dan modern tanpa menghilangkan ciri khas pasar rakyat.
“Pasar tidak boleh lagi identik dengan kumuh. Kita ingin masyarakat merasa nyaman saat berbelanja, dan pedagang juga mendapatkan tempat usaha yang layak,” ujarnya.
Revitalisasi ini juga mengacu pada kebijakan nasional, yakni Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021, yang menekankan pentingnya pembangunan dan pengelolaan sarana perdagangan yang lebih profesional, bersih, dan berdaya saing tinggi.
Dengan adanya program ini, diharapkan pasar tradisional di Surabaya tidak hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Pemerintah kota pun optimistis, wajah baru pasar akan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar rakyat.
Tak hanya itu, pembenahan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan para pedagang kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Transformasi pasar ini menjadi bukti bahwa Surabaya terus berbenah menuju kota yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya dan ekonomi tradisionalnya.
Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi