SURABAYA – Gerak cepat ditunjukkan Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang satpam di kawasan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur. Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, pelaku yang ternyata rekan kerja korban sendiri berhasil diringkus polisi.
Pelaku diketahui berinisial OA. Ia ditangkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan intensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Herwiyanto, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus tersebut berlangsung sangat cepat berkat kerja sigap tim di lapangan.
“Dalam waktu kurang dari enam jam, pelaku berhasil diidentifikasi dan langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Edi Herwiyanto.
Menurut polisi, pelaku sempat berusaha mengelabui situasi dengan tetap bekerja seperti biasa usai menghabisi nyawa korban. Sikap tenang yang diperlihatkan OA diduga untuk menghindari kecurigaan rekan-rekan kerjanya maupun pihak keamanan lainnya.
Namun upaya tersebut tidak berlangsung lama. Polisi berhasil menemukan sejumlah petunjuk penting yang mengarah kuat kepada pelaku hingga akhirnya dilakukan penangkapan di wilayah Surabaya.
Dipicu Perselisihan Utang Pinjol
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa motif pembunuhan diduga dipicu persoalan utang pinjaman online atau pinjol. Korban dan pelaku disebut sama-sama menggunakan dana pinjaman tersebut.
Permasalahan mulai muncul ketika tagihan pembayaran datang dan memicu perselisihan di antara keduanya. Cekcok yang terjadi diduga membuat emosi pelaku memuncak hingga nekat melakukan aksi brutal.
Pelaku disebut menyerang korban menggunakan senjata tajam dengan menusuk bagian leher dan dada korban berkali-kali hingga tewas di lokasi kejadian.
Polisi memastikan aksi pembunuhan dilakukan seorang diri saat kondisi sekitar sedang sepi. Setelah korban tak bernyawa, pelaku juga sempat menghilangkan handphone milik korban guna mengaburkan jejak kejahatan.
Keluarga Korban Syok
Keluarga korban mengaku terpukul dan tidak menyangka persoalan pinjaman online bisa berakhir tragis hingga merenggut nyawa anggota keluarganya.
Selama ini korban dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang menceritakan persoalan pribadi kepada keluarga. Karena itu, pihak keluarga mengaku sangat terpukul mengetahui korban tewas di tangan rekan kerjanya sendiri.
Saat ini Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melengkapi berkas penyidikan serta mendalami sejumlah barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap detail lengkap kasus tersebut.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya fakta-fakta baru yang akan terungkap selama proses penyidikan berlangsung.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi