Jakarta — Kompetisi sepak bola nasional kembali menjadi sorotan setelah muncul wacana dari I.League yang ingin mendorong Persija Jakarta tampil sebagai wakil Indonesia di ajang ASEAN Club Championship musim depan.
Wacana tersebut muncul setelah Persija dipastikan finis di posisi ketiga klasemen Super League musim ini. Meski belum menjadi keputusan final, langkah itu mulai ramai diperbincangkan karena dianggap dapat memberi keuntungan strategis bagi klub-klub Indonesia di level Asia dan Asia Tenggara.
Namun, rencana tersebut dipastikan tidak akan berjalan mudah. Pasalnya, regulasi dari AFF selama ini mengutamakan tim juara dan runner-up liga domestik untuk tampil di kompetisi ASEAN Club Championship.
Di sisi lain, pihak I.League disebut tengah mengupayakan skema berbeda agar wakil Indonesia di level Asia dapat dibagi sesuai fokus kompetisi masing-masing.
Dalam konsep yang berkembang, klub peringkat pertama dan kedua Super League akan diprioritaskan tampil di kompetisi level Asia seperti ACL 2 dan AFC Challenge League. Sementara itu, Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga diproyeksikan untuk tampil di ASEAN Club Championship.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi agar klub-klub papan atas Indonesia bisa lebih fokus menghadapi persaingan di level Asia yang memiliki intensitas dan kualitas kompetisi lebih tinggi.
Selain itu, keikutsertaan Persija di ASEAN Club Championship juga dianggap mampu meningkatkan daya tarik turnamen kawasan Asia Tenggara. Nama besar Persija dengan basis suporter fanatik disebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi AFF maupun penyelenggara kompetisi.
Meski demikian, hingga kini pihak AFF masih berpegang pada regulasi awal yang menginginkan juara dan runner-up liga domestik menjadi peserta resmi ASEAN Club Championship.
Situasi ini membuat komunikasi antara operator liga Indonesia dan AFF masih terus berlangsung untuk mencari formula terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Apabila usulan tersebut disetujui, maka Indonesia berpotensi memiliki pembagian jalur kompetisi yang lebih ideal. Klub papan atas bisa fokus mengejar prestasi di level Asia, sementara klub lain tetap membawa nama Indonesia bersaing di kawasan ASEAN.
Wacana ini pun memancing perhatian publik sepak bola nasional. Banyak suporter mendukung Persija tampil di ASEAN Club Championship karena dinilai memiliki pengalaman, atmosfer pertandingan yang kuat, serta daya saing tinggi menghadapi klub-klub Asia Tenggara.
Kini, keputusan akhir tinggal menunggu pembahasan resmi antara I.League, PSSI, dan AFF dalam menentukan wakil Indonesia di kompetisi regional musim mendatang.
Aldera News — Berani, Tajam, Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi