MADIUN | ALDERA NEWS
Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan terus diperkuat oleh jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), petugas kembali menggelar razia insidentil dan razia gabungan secara intensif selama dua hari berturut-turut.
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan dengan melibatkan petugas pengamanan yang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Langkah ini merupakan bagian dari program deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus bentuk implementasi komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai pelanggaran.
Dalam pelaksanaan razia yang difokuskan di Blok Brawijaya Bawah, petugas melakukan penggeledahan secara detail terhadap kamar hunian serta barang-barang milik warga binaan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya handphone maupun narkotika yang menjadi target utama pemberantasan HALINAR.
Meski demikian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di dalam lapas. Beberapa barang yang ditemukan di antaranya senjata tajam rakitan, kartu SIM, kawat, batang besi, pecahan kaca, hingga kartu remi yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian.
Temuan tersebut langsung diamankan dan didata sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya, seluruh barang hasil razia akan dimusnahkan sebagai bentuk penegakan aturan serta pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan lingkungan lapas.
Pihak Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus dilaksanakan secara berkala maupun insidentil. Selain sebagai sarana pengawasan, razia juga menjadi instrumen penting dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dalam pelaksanaannya, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan tetap menghormati hak-hak warga binaan, namun tidak mengurangi ketegasan petugas dalam menegakkan aturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Langkah konsisten yang dilakukan Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun ini mendapat apresiasi sebagai bagian dari upaya nyata membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Dengan pengawasan yang semakin ketat, diharapkan berbagai bentuk pelanggaran dapat ditekan sehingga tercipta suasana pembinaan yang kondusif, aman, dan mendukung proses rehabilitasi warga binaan.
Ke depan, sinergi antarpetugas serta komitmen pemberantasan HALINAR akan terus diperkuat demi menjaga marwah lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang bebas dari peredaran narkoba, praktik pungutan liar, maupun penggunaan alat komunikasi ilegal.
ALDERA NEWS
Berani • Tajam • Terpercaya
( Redaksi)
Editor : Redaksi