SURABAYA | ALDERA NEWS – Ambulans yang semestinya digunakan untuk mendukung pelayanan dan kebutuhan kesehatan justru disalahgunakan untuk mengangkut kursi besi yang merupakan fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya.
Kasus tersebut terungkap setelah seorang pria berinisial Naufal (29), yang diketahui bekerja sebagai analis kesehatan asal Sumenep, Madura, diamankan petugas kepolisian.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengungkapkan, tersangka diduga memanfaatkan akses terhadap kendaraan ambulans di klinik tempatnya bekerja untuk menjalankan aksinya pada malam hingga dini hari.
Menurut Luthfi, ambulans tersebut dipinjam oleh tersangka dan kemudian digunakan untuk membawa kursi-kursi besi yang menjadi sasaran pencurian.
“Pelaku memiliki akses terhadap ambulans di tempatnya bekerja. Kendaraan tersebut kemudian dipinjam lalu digunakan untuk mengangkut kursi besi yang menjadi sasaran pencurian,” ujar Luthfi, Senin (10/8/2026).
Beraksi Saat Situasi Sepi
Aksi tersebut dilakukan tersangka sekitar pukul 02.00 WIB, ketika kondisi jalan dan sejumlah lokasi di Surabaya relatif sepi.
Dengan menggunakan ambulans, Naufal berkeliling mencari kursi besi yang baut maupun sistem penguncinya sudah terlepas. Kursi yang dinilai mudah diambil kemudian menjadi sasaran.
Setelah menemukan kursi yang dianggap dapat diangkut, tersangka memasukkannya ke dalam ambulans.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka bahkan beberapa kali meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi. Bantuan tersebut antara lain berasal dari tukang becak maupun petugas kebersihan.
Warga yang dimintai bantuan diberikan uang sekitar Rp20 ribu sebagai imbalan karena telah membantu mengangkat atau menarik kursi besi menuju ambulans.
“Pelaku mencari kursi besi yang penguncinya sudah tidak terpasang. Setelah menemukan, kursi tersebut dimasukkan ke ambulans dengan cara ditarik atau diangkat. Dalam beberapa kesempatan, pelaku meminta bantuan orang sekitar dengan memberikan upah,” jelas Luthfi.
Diangkut Menggunakan Ambulans
Kursi besi yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju kawasan Kaliwaron, Surabaya.
Setibanya di lokasi, kursi-kursi tersebut diturunkan dan ditinggalkan sementara. Setelah itu, tersangka kembali ke rumah seolah tidak terjadi apa-apa.
Namun, aksinya tidak berhenti sampai di situ.
Pada pagi harinya, kursi besi tersebut kembali dibawa menuju tempat pengepul. Barang tersebut kemudian ditimbang sebelum dijual sebagai barang bekas.
Pola tersebut diduga dilakukan tersangka untuk memperoleh keuntungan dari hasil penjualan kursi besi yang diambil dari sejumlah lokasi.
Terbongkar Saat Satpol PP Melintas
Aksi tersebut akhirnya terbongkar setelah anggota Satpol PP Kota Surabaya melintas di sekitar lokasi dan menemukan keberadaan sejumlah kursi besi.
Petugas mengetahui bahwa kursi-kursi tersebut merupakan fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian.
Petugas Reskrim Polsek Gubeng selanjutnya mendatangi Naufal untuk meminta keterangan terkait asal-usul kursi besi tersebut.
Saat dimintai penjelasan, tersangka tidak dapat memberikan keterangan yang dianggap meyakinkan mengenai keberadaan kursi-kursi tersebut.
Polisi kemudian membawa Naufal ke Mako Polsek Gubeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pemeriksaan tersebut, polisi mengungkap dugaan penyalahgunaan ambulans untuk mendukung aksi pencurian fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya.
Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk jumlah kursi besi yang telah diambil, lokasi pencurian, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian karena kendaraan yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan pelayanan kesehatan justru digunakan untuk kepentingan pribadi dan mengangkut barang yang diduga hasil pencurian.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap secara utuh modus serta rangkaian aksi tersebut.
ALDERA NEWS – BERANI, TAJAM, TERPERCAYA
( Redaksi)
Editor : Redaksi