SURABAYA | ALDERA NEWS — Bisnis sampingan seorang penjaga warung kopi (warkop) di Surabaya berujung kembali ke balik jeruji besi. ZA (35), warga Bendul Merisi Besar Timur, diringkus jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu.
Penangkapan ZA dilakukan di rumahnya. Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan sembilan poket sabu siap edar dengan berat total 0,666 gram.
Barang haram tersebut ditemukan tersimpan di dalam sebuah tas berwarna hitam. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa sabu tersebut telah dipersiapkan untuk diedarkan kembali.
Dalam pemeriksaan, ZA mengakui bahwa dirinya menjadikan penjualan sabu sebagai pekerjaan sampingan. Ia berdalih penghasilan sebagai penjaga warkop tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga memilih mencari tambahan uang melalui bisnis terlarang tersebut.
Ironisnya, ZA bukan orang baru dalam perkara narkotika. Ia tercatat pernah tersandung kasus serupa pada 2017 dan kini kembali berurusan dengan hukum setelah mengulangi perbuatannya.
Kepada penyidik, ZA juga mengaku mendapatkan sabu dari seorang bandar berinisial Ro. Setelah membeli barang tersebut, ZA kemudian memecahnya menjadi beberapa kemasan kecil sebelum disiapkan untuk dijual kembali.
Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama membenarkan adanya penangkapan tersebut. Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok yang disebut ZA.
“Pengakuannya, ia membeli pada Ro yang saat ini kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” terang AKBP Dodi Pratama, Kamis (27/8/2026).
Saat ini, penyidik masih mendalami jaringan peredaran sabu tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Polisi juga terus memburu Ro yang telah masuk dalam daftar pencarian.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat. Alasan kebutuhan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenaran untuk terlibat dalam bisnis barang terlarang yang berpotensi merusak generasi muda.
ZA kini harus kembali mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap sumber barang serta kemungkinan jaringan yang lebih luas.
ALDERA NEWS
Berani, Tajam, Terpercaya
( Ita)
Editor : Redaksi