TANJUNGBALAI | ALDERA NEWS – Ratusan warga bersama para orang tua murid menggelar aksi penyampaian aspirasi dengan mendesak Polres Tanjungbalai segera menuntaskan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berinisial A, siswa sekolah dasar di salah satu sekolah di Kota Tanjungbalai, Selasa (21/7/2026).
Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas perkara yang menjadi perhatian publik tersebut.
Korban, yang diketahui merupakan seorang anak yatim piatu, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pria berinisial D, yang disebut sebagai suami dari salah seorang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Koordinator aksi, Kacak, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat menginginkan proses hukum berjalan cepat, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
> "Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban berikutnya," tegas Kacak di hadapan para peserta aksi.
Selain mendesak penangkapan terhadap terduga pelaku, massa juga menyampaikan dugaan bahwa istri terduga pelaku mengetahui bahkan diduga turut membantu perbuatan tersebut. Atas dasar itu, warga meminta kepolisian mendalami seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai IPTU Benjamin Silaban menyampaikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan.
Menurutnya, penyidik sebelumnya menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemeriksaan saksi sehingga membutuhkan waktu untuk melengkapi alat bukti agar penanganan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh dan sesuai prosedur hukum.
Sementara itu, Kacak juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap keluarga korban. Ia menyebut, pada pemanggilan pertama oleh penyidik, istri terduga pelaku diduga mendatangi ibu angkat korban dan melakukan tindakan yang membuat keluarga korban merasa takut.
Dugaan tersebut, menurutnya, turut menjadi perhatian masyarakat karena dinilai dapat memengaruhi rasa aman keluarga korban selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan demi memberikan kepastian hukum serta perlindungan maksimal terhadap korban, sekaligus memastikan tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban tindak kekerasan seksual.
ALDERA NEWS – Berani, Tajam Terpercaya.
( Redaksi)
Editor : Redaksi